Berita dan Opini Terkait Kurikulum 2013

Berita Terkini

Fri, 08/22/2014 - 17:18

Hingga akhir tahun 2014, diperkirakan sebanyak 18 ribu penerima beasiswa Bidikmisi angkatan pertama, mahasiswa tahun 2010, lulus dari pendidikan S1. Setelah belajar di perguruan tinggi selama empat tahun, mereka akan menjadi sarjana-sarjana baru di negeri ini.


Fri, 08/22/2014 - 16:50

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, mengharapkan arah pembangunan Penidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  pada tahun 2015 – 2019 menjadi bagian dari keberlanjutan dari capaian kinerja sebelumnya.


Fri, 08/22/2014 - 13:25

Pemerintah Indonesia, melalui Atase Pendidikan di (KBRI) Kairo, Mesir, akan mengelar Indonesian Expo/Yalla Indonesia pada 17 – 20 September 2014 mendatang. Kegiatan tersebut di antaranya diisi dengan Pameran Pendidikan Tinggi dan Joint Working Group on Higher Education (JWG-HE) di antara kedua negara.

 


Fri, 08/22/2014 - 12:25

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) memberikan apresiasi laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2013 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kemdikbud telah mengalami peningkatan laporan keuangan dibandingkan dengan tahun 2012 dengan opini Wajar Dengan Pengecualian  (WDP).


Thu, 08/21/2014 - 10:22

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang baik. Namun dalam perjalanannya harus disertai dengan pelayanan yang baik kepada guru. Jika pelayanan kepada guru dapat dipenuhi, ini adalah langkah produktif.


Thu, 08/21/2014 - 10:08

Kemdikbud tidak menetapkan jumlah hari dalam proses pembelajaran di sekolah. Pengimplementasian jumlah hari dalam proses pembelajaran di sekolah sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah disesuaikan dengan penambahan jumlah jam belajar yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud 4-6 jam per minggu.


Thu, 08/21/2014 - 09:43

Klinik dan Konsultasi Pembelajaran (KKP) yang disiapkan sebagai media untuk guru, orang tua, siswa, maupun masyarakat umum bertanya tentang Kurikulum 2013 dapat diakses melalui berbagai media. Media yang disediakan mulai dari televisi hingga pesan singkat SMS.


Thu, 08/21/2014 - 09:33

Cinta pada gamelan, inilah yang tertanam sejak Ramle kecil. Ramle Ismail, dilahirkan di keluarga berlatarbelakang Melayu di Singapura 46 tahun lalu. Hingga sekarang, ia masih melakukan hobby bermotornnya berkeliling Indonesia sambil membantu korban bencana.