Ditjen Dikdas Fokuskan Penguatan Layanan hingga 2014

Selasa, 19/06/2012

Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikdas Kemdikbud) memiliki visi  Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Visi ini diharapkan dapat dicapai pada 2025. Visi ini juga sebagai bagian dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, pada 2045.

Untuk mencapai visi tersebut, Ditjen Dikdas membagi menjadi empat periode. Dua periode awal untuk fokus internal yaitu 2005-2009 untuk peningkatan kapasitas, dan modernisasi, dan 2010-2014 untuk penguatan layanan. Sedangkan dua periode akhir untuk fokus eksternal, yaitu 2015-2019 untuk daya saing regional, dan daya saing internasional.

Sekretaris Ditjen Dikdas Thamrin Kasman menjelaskan hal tersebut  dalam diskusi Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Bogor, (16/6). Diskusi tersebut bertajuk “Kebijakan Kemdikbud dalam Mengelola Bonus Demografi untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia”, dan dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media massa.

Ditjen Dikdas Kemdikbud juga masih menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Setidaknya ada tiga sasaran yang harus dicapai. Pertama, semua anak usia 7-15 tahun bisa sekolah. Kedua, pendidikan dasar tanpa dipungut biaya. Ketiga, layanan pendidikan dasar sesuai standar pelayanan minimal (SPM).

Untuk mencapainya, Ditjen Dikdas mengusahakan pemenuhan akses dan daya tampung, serta menyediakan Bantuan Operasional Sekolah  (BOS) untuk memenuhi 100 persen biaya operasional sekolah.

Selain penguatan layanan, untuk mempersiapkan generasi emas, Ditjen Dikdas juga menerapkan pendidikan karakter dengan karakter utama jujur, cerdas, tangguh dan peduli. Untuk mencapai karakter utama tersebut, nilai-nilai luhur diterapkan melalui empat olah, yaitu olah pikir, olah hati, olah raga, dan olah rasa/karsa.

Keempatnya terintegrasi ke dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran, pembiasaan pada kehidupan keseharian di sekolah, kegiatan kesiswaan (pramuka, palang merah remaja, dan lain-lain), serta pembiasaan kehidupan keseharian di rumah dan masyarakat. (DM)

Berita dan Opini Terkait Kurikulum 2013