Pemerintah Akan Sewa Hak Tayang Film Nasional

Wed, 10/10/2012 (All day)

Jakarta --- Tahun 2012 ini pemerintah akan menyewa hak tayang film produksi nasional. Sebanyak 20 film yang hak tayangnya akan disewa merupakan hasil seleksi dari film-film yang sudah diproduksi pada tahun 1980-2011. Kemudian film-film yang lolos seleksi tersebut akan ditayangkan selama satu tahun di seluruh pelosok tanah air melalui bioskop rakyat, mobil keliling, dan sekolah.

"Mobil sinema merupakan salah satu langkah terobosan. Salah satu jalan untuk bisa lebih menanamkan karakter cinta tanah air melalui fungsi film sebagai salah satu sarana perekat bangsa," ujar Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kemdikbud, Sulistyo Tirtokusumo, pada jumpa pers mengenai workshop perfilman, Selasa, (9/10), di Gedung A Kemdikbud, Jakarta.

Sewa hak tayang film (fasilitasi pembelian film right) ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan perfilman dalam prospektif ekonomi maupun pengembangan karakter. Selain itu juga mendorong munculnya bentuk-bentuk baru akses pemutaran film seperti bioskop rakyat dan mobil keliling (mobil sinema).

Sulistyo mengatakan, penyewaan hak tayang film nasional juga sebagai salah satu solusi dari minimnya apresiator film di daerah-daerah, terutama daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang minim akan fasilitas bioskop dan jumlah layar.

Ada 60 judul film yang dijaring oleh panitia. Film-film tersebut akan diseleksi berdasarkan kriteria, hingga menjadi 30 film, kemudian diseleksi lagi hingga tinggal 20 judul film. Proses seleksi film akan berlangsung selama bulan Oktober hingga November. Tim seleksi berjumlah 13 orang yang terdiri dari ahli perfilman (film maker, actor/aktris), ahli kebudayaan, ahli pendidikan dan ahli komunikasi.

Salah satu kriteria penilaian film adalah film yang mengandung 18 nilai pendidikan karakter. Nilai-nilai tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Diharapkan, sewa hak tayang film ini akan memperluas kesempatan masyarakat mengakses pertunjukan film nasional. Dan bagi para sineas nasional, program ini pun merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap film karya anak bangsa yang memiliki nilai pembangunan karakter bangsa. (DM)