Kemendikbud Buat Sekolah Aman Asap di Kawasan Gunung Bromo  08 Februari 2016  ← Back

Lumajang, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus menyelenggarakan sosialisasi sekaligus menerapkan sistem sekolah aman asap. Sistem ini diterapkan di beberapa sekolah yang paling terdampak asap, diantaranya adalah sekolah-sekolah yang berada di kawasan Gunung Bromo. Ananto Kusuma Seta sebagai staf ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing mewakili Mendikbud turun langsung ke lapangan di Kabupaten Probolinggo dan Lumajang untuk pemasangan sistem sekolah aman asap.

"Kita menerapkan alat ini, agar proses belajar mengajarnya di sekolah-sekolah yg berada di kawasan erupsi gunung bisa belajar dengan tenang, tanpa terganggu dengan abu atau asap dari Gunung Bromo", tutur Ananto saat sosialisasi sistem aman asap yang dihadiri 21 Kepala SD, 2 Kepala SMP dan 1 Kepala SMK, Kab. Probolinggo (05/02/2016).

Sebagai uji coba alat ini, PKLK baru menerapkan di 4 sekolah, diantaranya SDN Ngadirejo dan SDN 2 Ngadisari di Kab. Probolinggo serta SDN Argosari 01 dan SDN Ranupani Kab. Lumajang.

Sistem ini terdiri dari akuarium, dakron, kipas exhaust dan kipas angin, yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Dakron berfungsi sebagai penyaring udara yg masuk ke dalam kelas yang dipasang di jendela kelas. Kipas exhaust berfungsi untuk mengeluarkan udara yg ada di dalam kelas agar terjadi sirkulasi udara. Akuarium berfungsi untuk melembabkan udara ruang kelas. Sedangkan kipas angin sendiri untuk membuat udara lebih segar.

"Kami sangat senang dan semoga alat ini sangat membantu sekolah kami, karena kami tahu bahwa sekolah kami merupakan wilayah yang sering dilalui asap hasil dari erupsi Gunung Bromo. Semoga dengan sistem ini proses belajar anak-anak dan guru tidak terganggu, sehingga bisa belajar dengan baik dan aman", tutur Muhammad Abdul Gafur selaku Kepala SDN Ngadirejo.

Kedatangan tim dari Kemendikbud disambut meriah oleh para peserta didik dari masing masing sekolah. Terutama di SDN Ngadirejo dengan alunan musik gamelan yang khusus dimainkan oleh peserta didik.


Sumber :

 


Penulis : Dennis Sugianto
Editor :
Dilihat 209 kali