​Mendikbud Perkenalkan Lima Platform Layanan Baru Kemendikbud  22 Februari 2016  ← Back

Bojongsari Depok, Kemendikbud --- Ada yang berbeda dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2016. Pada acara pembukaan RNPK 2016, Mendikbud Anies Baswedan memperkenalkan lima platform baru dalam layanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kelima layanan itu adalah Sekolah Kita; Neraca Pendidikan Daerah; Statistik Pendidikan; Layanan Informasi, Pengaduan, dan Saran; serta Jendela Pendidikan.

Menariknya, lima platform dalam layanan Kemendikbud itu diperkenalkan Mendikbud melalui pertunjukan teaterikal singkat yang dimainkan para pegawai Kemendikbud. Layanan Sekolah Kita diperkenalkan oleh Bu Guru Seki. Dalam penampilannya, Bu Guru Seki menjelaskan bahwa layanan Sekolah Kita berisi informasi sekolah berupa identitas sekolah, seperti profil, foto, lokasi, kualitas, akreditasi, serta indeks integritas. Sekolah Kita dapat diakses di laman: http://sekolah.data.kemdikbud.go.id.

Pada penampilan kedua di pertunjukan teaterikal, ada Jeng Nepi yang memperkenalkan Neraca Pendidikan Daerah. Jeng Nepi yang menggunakan gaun putih dan mahkota di kepalanya itu menjelaskan bahwa Neraca Pendidikan Daerah adalah gambaran mutakhir kondisi pendidikan di suatu daerah dengan melihat besaran anggaran di daerah dengan kondisi ketercapaian daerah tersebut. Neraca Pendidikan Daerah bisa dilihat di laman: http://npd.kemdikbud.go.id.

Setelah Jeng Nepi, tampil LIPS Bersaudara yang muncul dengan membawa kotak televisi dan berperan seolah-olah sebagai presenter acara berita. LIPS merupakan singkatan dari Layanan Informasi, Pengaduan, dan Saran. LIPS Bersaudara yang terdiri dari tiga orang laki-laki ini memperkenalkan laman Unit Layanan Terpadu (ULT) di Kemendikbud, yaitu http://ult.kemdikbud.go.id. Tidak ketinggalan hadir pula tokoh Profesor Data memperkenalkan Statistik Pendidikan yang bisa diakses melalui laman http://publikasi.data.kemdikbud.go.id.

Kemudian untuk layanan Jendela Pendidikan dan Kebudayaan, diperkenalkan oleh Jendela-Man, sosok yang menggunakan kostum layaknya tokoh Superman, dengan menggunakan jubah putih, penutup mata hitam, dan sepatu bot. Jendela-Man memperkenalkan Jendela Pendidikan dan Kebudayaan sebagai layanan untuk melihat pendidikan dan kebudayaan dari berbagai aspek dan sudut pandang, baik mengenai potret pendidikan, program pembangunan, serta sosial budaya dan bahasa.

Mendikbud mengatakan, Jendela Pendidikan dan Kebudayaan merupakan
aplikasi yang bisa diunduh di telepon genggam pintar. Pada aplikasi ini ada fasilitas untuk mengakses informasi seputar pendidikan dan kebudayaan. "Harapannya nanti Jendela Pendidikan benar-benar dikembangkan jadi pusat informasi agar orang tua dan masyarakat bisa dapat informasi lengkap tentang pendidikan dan kebudayaan. Dan yang penting bisa menyampaikan informasi pendidikan dan kebudayaan lewar platform ini," ujarnya Mendikbud.

Sumber :

 


Penulis : Desliana Maulipaksi
Editor :
Dilihat 1817 kali