Belajar Bersama Maestro, Saatnya Para Maestro Seni Berbagi dengan Generasi Muda  17 Mei 2016  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) tahun 2016 kembali melibatkan 10 maestro dari berbagai bidang seni. Direktur Kesenian Kemendikbud, Endang Tjaturwati mengatakan, pemilihan 10 maestro yang terlibat dalam BBM tahun ini merupakan hasil pemilihan dari tim pengamat seni di Direktorat Kesenian. Salah satu maestro yang terpilih, Sundari Soekotjo (Maestro Seni Musik Keroncong), mengatakan, selama 40 tahun ia berkarir di dunia musik, sudah saatnya ia berbagi dengan generasi muda untuk menularkan rasa kecintaan dan keinginan melestarikan budaya Indonesia.

“Sudah saatnya saya berbagi apa yang Tuhan berikan kepada saya. Tidak selamanya saya bernyanyi. Ada batas waktunya. Saya ingin berbagi kepada generasi muda. Saya ingin melibatkan generasi muda yang melek literasi seni, untuk meminta mereka mengenal music keroncong,” kata Sundari Soekotjo saat jumpa pers mengenai Belajar Bersama Maestro di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Ia menuturkan, dalam kegiatan Belajar Bersama Maestro pendekatan yang digunakan akan disesuaikan dengan jiwa muda para peserta BBM, salah satunya melalui musik pop. Sundari juga akan memberikan beberapa contoh langgam (bentuk irama lagu atau nyanyian) dalam music keroncong. Di awal pertemuan dengan peserta BBM, ia  juga akan melihat jenis suara mereka.
“Sekarang lagu pop, dangdut, jazz, bahkan rock sudah bisa dinyanyikan dengan irama keroncong. Saya sudah uji coba di beberapa acara,” kata Sundari. Ia mengatakan, banyak generasi muda yang mulai tertarik dengan musik tradisional.

Razan, siswa SMA Lab School Cibubur, yang menjadi salah satu peserta BBM tahun 2015 lalu mengatakan, ia mendapat pelajaran dan pengalaman dari keikutsertaannya sebagai salah satu anak didik Didik Ninik Thowok dalam kegiatan Belajar Bersama Maestro. “Selain belajar seni tari, saya juga belajar manajemen, melihat bagaimana sebuah koreografi dibuat, belajar pakem-pakemnya. Semua pengalaman itu cukup memberikan sebuah pelajaran yang menarik yang tidak semua orang bisa dapat,” tuturnya.

Peserta BBM 2015 lainnya, Myela, lulusan SMAN 78 Jakarta menuturkan, ia merasa beruntung bisa lolos seleksi peserta BBM untuk Maestro Seni Teater, Aditya Gumay. Salah satu yang dipelajarinya antara lain belajar skill atau kemampuan dalam hidup untuk percaya diri di depan orang lain yang baru dikenal. “Saya disuruh berakting di depan anak-anak sanggarnya Kak Aditya Gumay. Mereka ada yang sudah pernah main sinetron atau teater. Tapi mereka sangat apresiatif dan welcoming. Saya jadi dapat teman baru dan pengalaman baru yang sangat bermanfaat,” katanya.

Dalam kegiatan Belajar Bersama Maestro tahun 2016, dipilih 10 maestro yang akan terlibat, yaitu Amaq Raya (Maestro Seni Pertunjukan), Sirajul Huda (Maestro Seni Pertunjukan), Nano Riantiarno (Maestro Seni Pertunjukan), I Made Sidia (Maestro Seni Pertunjukan), Ni Ketut Arini (Maestro Seni Tari), Temu Misti (Maestro Seni Tari), Tom Ibnur (Maestro Seni Tari), Djaduk Ferianto (Maestro Seni Musik), Putu Sutawijaya (Maestro Seni Rupa), Sundari Soekotjo (Maestro Seni Musik). Sanggar atau lokasi para maestro tersebut berada di Jakarta, Yogyakarta, Banyuwangi (Jawa Timur), Denpasar (Bali), Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Jambi. 

Sumber :

 


Penulis : Desliana Maulipaksi
Editor :
Dilihat 394 kali