​Peserta Lomba Kompetensi Siswa SMK Tinggal di Malang dengan "Keluarga Sebangsa"  24 Mei 2016  ← Back

Malang, Kemendikbud --- Ada yang berbeda di Lomba Kompetensi Siswa SMK (LKS SMK) dan Pameran Unggulan Hasil Karya Siswa tahun 2016 dibandingkan dengan LKS di tahun sebelumnya. Pada tahun ini pertama kalinya LKS SMK menggunakan konsep "Keluarga Sebangsa". Keluarga Sebangsa adalah istilah di mana siswa peserta LKS dan Pameran tinggal di rumah warga bersama dengan guru pengampunya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, program "Keluarga Sebangsa" bertujuan agar anak-anak yang mengikuti kegiatan ini bisa mendapatkan kesempatan menjadi bangsa Indonesia yang heterogen. Ia pun berharap nantinya mereka minimal bisa mendapatkan teman baru atau maksimal keluarga baru.

"Ya, ini pertama kali, inisiatif baru 'Keluarga Sebangsa' dilaksanakan. Anak-anak ini selama berada di kota Malang tinggal bersama keluarga sebangsa. Mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda: Aceh, Palembang, Kalimantan, Papua. Tapi mereka bisa tinggal dengan warga Malang sebagai keluarga sebangsa. Ini penting untuk membangun kesadaran mereka, juga keluarga yang ditempati, bahwa kita ini memang beragam, bhinneka," kata Mendikbud saat mengunjungi beberapa rumah warga Malang yang menjadi tempat menginap peserta, Minggu malam (22/5/2016).

Salah seorang siswi yang tinggal di rumah warga di kawasan Lesanpuro, Malang, Jawa Timur, merasa sangat senang mendapatkan kesempatan pertama kalinya untuk tinggal dan berbaur di rumah warga setempat.

"Baik, baik banget. Ibu ini baik. Dikasih fasilitasnya juga enak-enak," ujar Nabila Fauziah, peserta lomba bidang visual merchandising yang berasal dari SMKN 8 Jakarta.

Sementara itu pemilik rumah, Nastiti Winarni juga menyatakan kegembiraannya atas kedatangan siswi-siswi tersebut untuk tinggal di rumahnya karena memang saat ini, kedua anaknya sudah tidak lagi tinggal bersama dengannya.

Para siswa peserta LKS dan Pameran Unggulan akan tinggal di rumah warga di wilayah Malang sejak tanggal 22 hingga 28 Mei 2016. Selama di sana, mereka akan membaur bersama penduduk setempat. (Desliana Maulipaksi/Aji)

Sumber :

 


Penulis : Aji Shahwin
Editor :
Dilihat 525 kali