Anggaran Kemendikbud Tambah 1 Triliun, Setelah Dipotong 6,5 T di APBN Perubahan 2016  28 Juni 2016  ← Back

Jakarta, Kemdikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja bersama-sama dengan Komisi X DPR RI dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, tingkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menjadi Rp1 Triliun yang semula mengalami pengurangan sebesar Rp6,5 Triliun. 

“Kami ucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi X DPR RI, khususnya yang juga berada di Komisi Badan Anggaran DPR RI yang telah bekerja pantang mundur membantu meningkatkan perhatian kepada dunia pendidikan,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pada Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/06/2016).

Mendikbud menjelaskan, dengan alokasi APBN 2016 yang telah dilakukan pemotongan anggaran sebesar Rp6,5 Triliun menghasilkan angka anggaran pendidikan dan pendidikan Rp42.605 Miliar. Saat ini anggaran tersebut mengalami penambahan sebesar Rp1 Triliun, maka anggaran pendidikan dan kebudayaan tahun 2016 sebesar Rp43.605 Miliar. “Dari alokasi penambahan anggaran Rp1 Triliun itu akan digunakan sebagai anggaran peningkatan mutu pendidikan yang dibagi dalam empat kelompok alokasi,” jelas Mendikbud.

Kelompok pertama, akan dialokasikan pada program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya sebesar Rp47.114 Miliar, seperti dukungan manajemen bagi sekolah Indonesia di Singapura yang masih membutuhkan dukungan perpanjangan lahan. “Dengan dukungan alokasi anggaran ini diharapkan kita bisa menambahkan pelayanan bagi para siswa, khususnya bagi tenaga kerja Indonesia yang banyak mengambil program kesetaraan, sehingga masih banyak membutuhkan dukungan peningkatan mutu pendidikan,” ujar Mendikbud.

Selanjutnya alokasi kedua, penambahan anggaran sebesar Rp356 Miliar dialokasikan untuk program pendidikan dasar dan menangah. Penambahan alokasi anggaran diarahkan pada penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran sebagai upaya untuk peningkatan mutu pendidikan. “Kita berharap di daerah-daerah yang selama ini jangkauannya sulit, kita akan coba bantu dengan akses teknologi informasi agar tidak tertinggal pembelajarannya dengan daerah lain,” jelas Mendikbud optimis ingin menjangkau dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah yang sulit dijangkau.  

Pada kelompok ketiga, Mendikbud mengatakan alokasi sebesar Rp50 Miliar akan diarahkan kepada program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, khususnya pada peningkatan mutu layanan pendidikan kesetaraan dan kursus. “Pendidikan Kesetaraan sangat penting ditingkatkan mutu pendidikannya untuk menjangkau adik-adik kita yang sangat membutuhkan pelayanan pedidikan kesetaraan, khususnya di daerah yang sulit terjangkau,” tutur Mendikbud.

Alokasi anggaran pada kelompok terakhir adalah Progran Guru dan Tenaga Kependidikan. Pada program ini melalui penambahan anggaran, Kemdikbud mengalokasikan anggaran terbesar untuk guru Rp 546,7 Miliar. “Penambahan alokasi anggaran ini akan digunakan untuk memenuhi kekurangan tunjangan profesi guru di program guru dan tenaga kependidikan, untuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan,” ucap Mendikbud yang  memikirkan kesejahteraan guru.

“Dengan pengalokasian melalui empat kelompok tersebut, Insya Allah dalam enam bulan kedepan dapat benar-benar bisa memberikan kontribusi yang positif, dan memiliki dampak yang besar bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” jelas Mendikbud optimis. ***

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sumber :

 


Penulis : administrator
Editor :
Dilihat 1334 kali