Guru SD Dari Batu Kenalkan Pemelajaran Lingkungan dan Budaya Indonesia di India  07 Oktober 2019  ← Back

Jakarta, Kemendikbud —- Mengajar siswa SD di India dan mengenalkan budaya Indonesia di depan forum guru di sana menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Urifah, S.Pd. Guru SDN Mojorejo 1 Kota Batu ini memenuhi undangan Jairam Public School, Tamilnadu Salem, India, untuk mengajar selama dua minggu di negara tersebut. Bersama Maheswari Calya Kalila, salah seorang muridnya, Urifah disambut bak tamu negara ketika menginjakkan kaki pertama kalinya di negara yang terkenal dengan industri film Bollywood ini.
 
“Tidak menyangka, sambutannya sangat istimewa. Pihak tuan rumah memberikan buket bunga dan mengawal kami hingga ke tempat acara. Saya merasa terhormat sebagai tamu yang hanya guru SD dari Indonesia,” tutur Urifah yang juga alumni FKIP Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, setibanya di Turichappaly Airport India, Rabu, 18 September lalu.
 
Selama dua minggu di India, Urifah dan Maheswari, akan mengikuti rangkaian kegiatan dengan didampingi dua guru pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Griya Anita Kota Batu, Dyah Rani Ayu Ekawati Keswari dan Jenny Florida Vaulintina Rosa, yang menjadi sponsor kegiatan ini. Kegiatan yang dilakukan, antara lain, sharing pembelajaran bahasa Inggris, pertukaran budaya, serta pengenalan lingkungan alam. Beberapa agenda kunjungan, antara lain,school visit di daerah Tamilnadu India, situs-situs bersejarah, area wirausaha tradisional, dan pembuatan sulaman khas India.
 
Pada hari pertama, usai berkeliling sekolah dasar di sana, rombongan disambut jamuan makan istimewa. Urifah berkesempatan memberi sambutan di acara welcome party di Hall Jairam School. Selanjutnya, di hari kedua giliran rombongan Indonesia mengenalkan tarian poco-poco, gemu famire, dan lagu-lagu daerah yang memukau siswa India. Permainan tradisional dakon, keterampilan menyulam, dan menari juga menjadi ajang pertukaran budaya yang menarik.
 
“Yang menyenangkan, saya diberi kesempatan mengajar di lima kelas dengan topik lingkungan. Saya bercerita tentang kehidupan metamorfosa kupu-kupu yang banyak terjadi di Indonesia. Alhamdulillah respon mereka sangat positif,” urai Urifah yang memang memiliki hobi mengamati kupu-kupu.
 
Pada hari-hari berikutnya, Urifah juga diundang secara khusus untuk mengisi acara diskusi di lembaga kemanusiaan para pebisnis dunia, Rotary Club, dengan tema Religious Diversity, Belief and Tolerance in Indonesia. Setelah itu, ia juga diundang sebagai guest of honour di acara pemberian penghargaan guru-guru dalam rangka hari guru dan literasi yang diorganisir oleh Rotary Club. Di acara itu, Urifah diberi kesempatan untuk berbicara di podium tentang Environmetal Education.
 
Diungkapkan Urifah, banyak hal yang bisa dipetik dari pengalaman belajar dan pembelajaran selama di India. Antara lain budaya disiplin dan membaca yang tinggi, pemakaian bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, etos belajar siswa, konsistensi kurikulum pendidikan fullday school yang baik, fasilitas sekolah yang memadai dan investasi SDM guru yang mumpuni dibarengi dengan manajemen sekolah yang sangat baik.
 
Sementara itu, dua guru pendamping ABK juga mendapatkan kesempatan belajar asesmen dengan pihak sekolah di AKV International School, terutama untuk sekolah inklusi.
Beberapa sekolah yang dikunjungi untuk berbagi pengalaman tentang pendidikan dan kebudayaan selain di Jairam School College, juga di Sheshaas International Public School dan AKV International School Secondary Level di Tamilnadu India. Semua adalah sekolah negeri yang berstandar internasional dan memiliki ISO terbaik di India.
 
Kolaborator dan penanggung jawab kegiatan, Rtn. MPHF. Ayyapparaj, mengaku bangga dan senang menerima tamu guru dan siswa dari Indonesia. “Kehadiran tamu terhormat dari Indonesia sangat membantu program sertifikasi kerjasama internasional kami. Guru- guru yang datang tidak hanya ahli dalam pendidikan, tetapi mereka juga pemerhati masalah lingkungan dan kehidupan keberagaman serta memiliki keterampilan menyulam. Kami sangat beruntung kedatangan mereka sehingga bisa kita maksimalkan untuk tidak hanya di sekolah tapi juga di forum Rotary Club yang mendukung pendidikan,”  ungkap Ayyaparaj yang juga konsultan manajamen Pendidikan dan Assistant Governor British Council School Ambassador Salem.
 
Urifah mengungkapkan keberhasilan mengikuti program ini berkat keikutsertaannya dalam Global Project (GoPro) yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar bahasa Inggris siswa melalui kegiatan teleconference, korespodensi, dan sharing budaya dengan sekolah internasional di luar negeri.
 
Menanggapi kegiatan ini, Staf Khusus Mendikbud bidang Komunikasi Publik dan Kerja Sama Luar Negeri, Soeparto, saat ditemui di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat, (05/10), mengapresiasi dan ikut bangga. Menurutnya program semacam ini banyak memberikan pelajaran dan pengalaman bagi guru dan siswanya, terutama dalam hal sharing pendidikan, pembelajaran dan budaya.
 
”Semoga Bu Urifah bisa menjadi contoh positif bagi para guru sekolah dasar untuk berkesempatan belajar langsung ke India khususnya, atau di negara maju yang tingkat pendidikannya di level yang tinggi. India memiliki keunggulan di kurikulum pendidikan vokasi, investasi guru yang unggul dan banyak menyumbangkan CEO kelas dunia”, tutur Soeparto. *

Jakarta, 5 Oktober 2019
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: www.kemdikbud.go.id
Sumber : SIARAN PERS Nomor: 320/Sipres/A5.3/X/2019

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 686 kali