Kuliah Kerja Nyata Tematik Covid-19, Kolaborasi Pemerintah Tangani Pandemi  29 Oktober 2020  ← Back



Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memanfaatkan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dengan meluncurkan Buku Pembelajaran Praktik Baik KKN Tematik (KKNT) Covid-19. Peluncuran buku dihadiri para pimpinan instansi pemerintah terkait, yaitu Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Acara peluncuran yang berlangsung secara virtual itu juga dihadiri perwakilan mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN Tematik Covid-19.

Buku Pembelajaran Praktik Baik KKN Tematik (KKNT) Covid-19 berisi berbagai praktik baik dalam implementasi KKN Tematik Covid-19. Mendikbud berharap, buku ini dapat menginspirasi banyak orang, terutama para pemuda. “Diharapkan (buku ini) dapat menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda, untuk terus memberikan kontribusi konkret pada masyarakat,” ujar Mendikbud saat meresmikan peluncuran Buku Pembelajaran Praktik Baik KKN Tematik (KKNT) Covid-19 secara virtual di Jakarta, Rabu (28/10/2020).  

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Doni Monardo menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbud, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, serta kementerian/lembaga terkait yang terlibat langsung menyukseskan KKN Tematik Covid-19. Menurutnya, mahasiswa adalah aset berharga yang dapat berperan dalam penanggulangan bencana.

"Kolaborasi kementerian/lembaga merupakan kunci keberhasilan perubahan perilaku yang melibatkan peran mahasiswa dan dosen sebagai pejuang di garis terdepan. Harapannya, pemerintah daerah dapat mendukung KKNT agar interaksi mahasiswa dengan masyarakat dapat berjalan mulus,” tutur Doni.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, Hari Sumpah Pemuda mengingatkan kembali akan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa. Kepada para mahasiswa, Mendagri mengatakan, pemuda selalu memegang peran utama dalam arah budaya bangsa yang diyakini bisa berdampak sampai ke akar rumput.
 
“Suara adik-adik sebagai mahasiswa akan didengar. Adik-adik bisa menjadi solusi dan memberi saran bagi kebijakan pemerintah karena kalian berasal dari berbagai disiplin ilmu. Semoga adik-adik bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat dan solusi bagi pemerintah baik di tingkat desa maupun pusat. Tetap jaga kesehatan saat beraktivitas,” ujar Mendagri.
 
Salah satu mahasiswa yang menjadi relawan KKNT Covid-19 adalah Rahmani Fadilah dari Akademi Kebidanan Sismadi, Jakarta. Rahmani menuturkan, akibat pandemi Covid-19, universitasnya tahun ini tidak mencanangkan program KKN ke rumah sakit. Namun ia berinisiatif untuk menjadi relawan agar mendapat pengalaman dan bisa terjun langsung dalam penanganan Covid-19.
 
“Setiap hari kami kerap mengingatkan siapapun yang kami temui di lapangan untuk menerapkan 3M dengan benar. Keterlibatan ibu-ibu PKK untuk menyosialisasikan protokol kesehatan di sekitar lingkungan sangat membantu,” ujarnya ketika menjelaskan kegiatan KKNT yang ia lakukan di daerah pemukiman nelayan.
 
Mahasiswa lain, yaitu Hanifah Intan dari Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara, Jakarta, mengatakan nuraninya tergerak ikut menangani pandemi karena ia merasa ilmu yang ia dapatkan sebagai mahasiswa harus bisa memberi manfaat kepada khalayak luas. Hanifah merasa lebih percaya diri ketika ia dan teman-temannya diberi bimbingan terlebih dulu oleh Kemendikbud, BNPB, dan institusi terkait lainnya sebelum turun lapangan.
 
“Jangan berpikir meski bukan orang (dari bidang) kesehatan, kita tidak bisa mengambil peran, meski hanya sebatas memberi semangat kepada orang yang terpapar Covid-19, atau mengingatkan keluarga dan teman kita untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan melalui media sosial kita,” ujar Hanifah.
 
Sejak April 2020, mahasiswa telah aktif terjun sebagai relawan untuk mitigasi pandemi melalui program RECON – Relawan Covid Nasional. Tak kurang dari 15.000 mahasiswa berpartisipasi dalam program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud itu. Selain itu, sejak Juni 2020 telah berjalan pula program kampus mengajar perintis, mahasiswa mengajar dari rumah, serta program-program KKNT lain.
 
Program kegiatan perintis pengabdian mahasiswa kepada masyarakat pertama kali dilakukan di tiga kampus, yaitu Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Andalas. Edukasi mengenai literasi dan numerasi pada pertengahan Agustus hingga September 2020 telah dilakukan dengan melibatkan lebih dari 5.600 mahasiswa dari sekitar 200 perguruan tinggi. (Denty Anugrahmawaty/Desliana Maulipaksi)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 2230 kali