Sekolah Penggerak Percepat Transformasi Sekolah, Ini Empat Tahapannya  10 Februari 2021  ← Back

Jakarta, Kemendikbud -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda) meluncurkan program Sekolah Penggerak pada 1 Februari 2021. Program ini merupakan upaya penyempurnaan transformasi sekolah yang berfokus pada hasil pembelajaran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, melalui kanal Youtube KEMENDIKBUD RI menjelaskan, terdapat empat tahapan proses transformasi sekolah di Indonesia ke depan. Nantinya, program Sekolah Penggerak ini akan mendorong akselerasi seluruh sekolah negeri atau swasta di seluruh Indonesia dengan berbagai kondisi sekolahnya untuk bergerak satu hingga dua tahap lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun pelajaran.

Tahap pertama transformasi sekolah adalah hasil belajar siswa di sekolah-sekolah Indonesia yang berada di tiga tingkat di bawah level yang diharapkan. Pada tahap ini kata Mendikbud Nadiem, tingkat numerasi dan literasi siswa sangat di bawah rata-rata dan lingkungan belajar di sekolah cukup tidak baik. “Banyak terjadi perundungan, intoleransi, dan mungkin secara rutin mengalami gangguan dalam kelas, karena anak-anaknya tidak engage dalam kelas,” papar Mendikbud Nadiem.

Setelah itu, satu tahap di atasnya mencakup hasil belajar siswa satu hingga dua tingkat di bawah level yang diharapkan. Perundungan dalam lingkungan belajar, kata Mendikbud Nadiem, menjadi sesuatu yang tidak normal serta guru-guru masih belum memperhatikan kebutuhan dan masing-masing personalisasi dari pembelajaran pada tahap ini.

Selanjutnya, Mendikbud Nadiem menyampaikan, tahap ketiga merupakan tahap yang diharapkan dalam transformasi sekolah. Pada tahap ini sudah tidak ada lagi perundungan. Guru-guru juga sudah melakukan segmentasi di dalam kelas, yaitu menyesuaikan metode pengajaran dengan kemampuan masing-masing siswa.

Tahap terkahir pada transformasi sekolah adalah tahap yang ideal karena hasil pembelajaran sudah memiliki tingkat literasi dan numerasi di atas rata-rata. Mendikbud Nadiem menjelaskan, dengan dukungan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, sekolah akan menjadi tempat menyenangkan bagi siswa.

“Siswa dalam setiap kelasnya mengalami perasaan bahwa dia didengarkan dan perasaan bahwa dia itu berpartisipasi dalam pendidikan dia,” tutur Mendikbud Nadiem.

Pada tahap keempat ini, aspek pembelajaran sekolah berpusat pada murid dan perencanaan program dengan anggaran sudah saling menyambung serta perbaikan pembelajaran terhadap guru-guru di sekolah dilakukan secara konsisten. Guru dan kepala sekolah pun melakukan pengimbasan secara berkala dan intensif.

Melalui empat tahapan di atas, program Sekolah Penggerak ini bukan merupakan program yang menjadikan sekolah sebagai sekolah unggulan. Justru, kata Mendikbud Nadiem, program Sekolah Penggerak ini memilih sekolah-sekolah dengan tahapan yang variatif dan yang terpenting adalah deltanya dimana perubahan-perubahan itu terjadi. “Kita ingin sekolah-sekolah penggerak yang mungkin mulainya dari tahap yang lebih rendah agar bisa melihat perubahan yang substansial,” pungkas Mendikbud Nadiem. (Raysha/Salsa/Mutia/Agi)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 3305 kali