Tingkatkan Kompetensi SDM Vokasi, Kemendikbudristek Pererat Kemitraan dengan Swasta  18 November 2021  ← Back

Jakarta, 18 November 2021 --- Sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mempererat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), salah satunya adalah Huawei Indonesia.  Kemitraan Kemendikbudristek dan Huawei Indonesia telah dimulai sejak tahun 2019, dan diperkuat dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Huawei Innovation Centre and ASEAN Academy Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek Wikan Sakarinto dan Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia Ken Qi.

Dengan penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM vokasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kerja sama yang dikembangkan tersebut mencakup: (1) peningkatan kompetensi bagi pendidik dan peserta didik melalui Pelatihan Instalasi Perangkat Wireless dan Microwave untuk SMK; (2) peningkatan kompetensi bagi pendidik dan peserta didik melalui Pelatihan ICT Academy untuk Perguruan Tinggi Penyelengara Pendidikan Vokasi; (3) sertifikasi kompetensi bagi pendidik dan peserta didik; dan (4) pemanfaatan sarana dan prasarana TIK.

Wikan Sakarinto mengatakan Pemerintah Indonesia berupaya keras agar bonus demografi yang akan terjadi di Indonesia benar-benar menjadi kekuatan bangsa Indonesia di masa depan melalui peningkatan kualitas SDM. Salah satu yang dilakukan Kemendikbudristek adalah menjalin kemitraan dengan DUDI agar berperan aktif meningkatkan kompetensi SDM vokasi melalui pelatihan, sertifikasi, bantuan sarana dan prasarana, dan lain-lain. “Kerja sama yang kita jalin hari ini adalah pilar yang fundamental dalam peningkatan kompetensi SDM kita,” ujar Dirjen Diksi.

Pelatihan TIK oleh Huawei Indonesia yang sebelumnya menyasar siswa-siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), kini diperluas dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru SMK. “Pelatihan TIK kepada guru-guru SMK adalah investasi yang berharga untuk masa depan. Guru SMK adalah kunci untuk mempersiapkan tantangan bonus demografi, dan guru SMK adalah kunci dalam implementasi link and match,” kata Wikan.

Dalam kesempatan yang sama, Ken Qi mengatakan pihaknya sangat senang dan bangga bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk membina talenta digital Indonesia. “Kami berkomitmen dengan nota kesepahaman Huawei Indonesia dengan Pemerintah Indonesia tentang pengembangan 100 ribu SDM di Indonesia melalui pendidikan vokasi, diharapkan nantinya kompetensi SDM Indonesia dalam hal teknologi informasi dan telekomunikasi  bertaraf internasional,” ujar Wakil Presiden Huawei Indonesia.

Ken Qi menambahkan bahwa guru-guru SMK di Indonesia mendapat perhatian besar untuk ditingkatkan kompetensinya. Diharapkan para guru tersebut dapat menularkan ilmu yang diperolehnya kepada siswa-siswinya. “Prinsipnya adalah dari Indonesia untuk Indonesia, oleh orang Indonesia,” kata Ken Qi dengan bersemangat.

Dengan kerja sama ini, Kemendikbudristek dan Huawei Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung proses pembelajaran vokasi dengan keterlibatan industri yang lebih intensif. Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas SDM vokasi di Indonesia menjadi lebih unggul dan mampu bersaing di pasar global.

Turut hadir dalam acara tersebut Pelaksana Tugas Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Plt. Direktur Mitras DUDI) Ditjen Diksi Saryadi dan CEO Huawei Indonesia Jacky Chen.







Laman: kemdikbud.go.id    
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id


#MerdekaBelajar
#VokasiKuatMenguatkanIndonesia
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 708/sipres/A6/XI/2021

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 237 kali