Ini Yang Dilakukan Masyarakat dalam Merevitalisasi Bahasa Daerah  18 Maret 2022  ← Back



Jakarta, Kemendikbudristek — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menyelenggarakan Silahturahmi Merdeka Belajar (SMB) 17: Revitalisasi Bahasa Daerah, Kamis (17/3). SMB kali merupakan diskusi antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) dan masyarakat terkait upaya dan praktik bersama dalam merevitalisasi bahasa daerah.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), E. Aminudin Aziz, menyampaikan bahawa generasi muda dengan segala kreativitasnya memiliki peranan penting dalam merevitalisasi bahasa daerah. Merujuk data Badan Bahasa, saat ini terdapat 29 bahasa daerah yang rentan dan terancam punah. Upaya-upaya terkait Revitalisasi Bahasa Daerah yakni dengan pembuatan peta jalan yang berisi lima langkah pemetaan bahasa daerah yang kini tengah dikembangkan.

Tak ketinggalan, di tengah masyarakat upaya merevitalisasi bahasa daerah juga dilakukan. Adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Ulfa Tenri Batari yang mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak kolaborasi yang dilakukan oleh Kabupaten Gowa dengan berbagai kedinasan dan himpunan lainnya. Seperti halnya kolaborasi dengan organisasi Profesi Himpunan Pembina Bahasa Indonesia yang sangat memberikan dukungan terkait Revitalisasi Bahasa Daerah khususnya Bahasa Makassar.

“Kolaborasi kami bersama melakukan pembinaan kepasa siswa kami untuk penggunaan Bahasa Daerah Makassar,” tutur Ulfa.

Lalu, Pemenang Lomba Pidato Tunas Bahasa Ibu 2021, Bunga Salsabila, menyampaikan alasannya berpartisipasi dalam perlombaan Pidato Bahasa Ibu yakni untuk melestarikan bahasa daerah. “Karena sudah jarang sekali anak-anak muda yang menggunakan bahasa daerahnya,” ungkap Bunga yang kerap menggunakan bahasa daerah ketika membuat konten.  

Terakhir, perwakilan Perkumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPBDI), Risnawati, mengatakan penting dalam menciptakan iklim menyenangkan dalam pembelajaran terhadap siswa agar mereka menyukai bahasa daerah. Salah satunya adalah dengan penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).

“Kami dari PPBDI mengharapkan Festival Tunas Bahasa Ibu akan terus terselenggarakan setiap tahunnya, tidak lain agar dapat menjadi motivasi bagi kami dalam mengajar bahasa daerah kepada generasi penerus bangsa,” tutup Risnawati. (Nadia/Crespo/Karin/Denty A.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1034 kali