Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura dalam Implementasi Kurikulum Merdeka  03 Agustus 2022  ← Back

Jayapura, 3 Agustus 2022 --- Pemantauan proses implementasi Kurikulum Merdeka terus dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di berbagai wilayah. Dalam kunjungan ke Kantor Bupati Jayapura serta SMKN 1 Sentani dan SMPN 4 Sentani; Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), melihat antusiasme dan dukungan pemda dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Direktur SMK, Wardani Sugiyanto di hadapan pemda Kabupaten Jayapura menekankan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka idealnya diterapkan berdasakan kondisi dan kebutuhan peserta didik. “Pilihan implementasi kurikulum baik Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, maupun Kurikulum Merdeka dengan kategori Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, atau Mandiri Berbagi bukan (untuk) menunjukkan kinerja daerah. Tidak ada kewajiban bagi satuan pendidikan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023. Semuanya tergantung kondisi dan kebutuhan peserta didik,” jelas Wardani di Kabupaten Jayapura, Selasa (2/8).

Dalam pertemuan ini pula, Wardani Sugiyanto berharap agar satuan pendidikan yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri dapat belajar secara mandiri dan terlibat aktif dalam komunitas belajar dengan memanfaatkan platform Merdeka Mengajar.

Menyambung hal tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro menyatakan kesiapan daerahnya untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka demi pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik. Ia turut mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk memanfaatkan platform Merdeka Mengajar guna mempermudah proses pembelajaran.

Selain melakukan audiensi dengan pemerintah daerah, Direktur SMK juga mengunjungi SMKN 1 Sentani dan SMPN 4 Sentani. Menurut Gerald Sereh, Kepala SMPN 4 Sentani dalam implementasi Kurikulum Merdeka mengatakan bahwa Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang baik dan manusiawi karena sangat memperhatikan pertumbuhan anak-anak yang didasari karakteristik masing-masing peserta didik.

Selanjutnya, Direktur SMK mengunjungi SMKN 1 Sentani untuk melihat implementasi Kurikulum Merdeka di sana. Diketahui bahwa tenaga pendidiknya merupakan instruktur/pemateri SMK Pusat Keunggulan yang sudah mengimbaskan ilmu dan berbagi ke banyak sekolah di kabupaten Jayapura dan di Provinsi Papua. Ada 59 orang guru yang didorong untuk mengikuti pelatihan dan lokakarya (workshop). Bahkan beberapa di antaranya diminta untuk memberikan pelatihan.

Hal menarik dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMKN 1 Sentani adalah kebebasan kepada sekolah untuk mengangkat kearifan lokal baik melalui sendratari, berbagai aset budaya hingga rasa cinta terhadap lingkungan. “Harapan kami sebagai lembaga pendidik dan penanggung jawab di lembaga pendidikan, Kurikulum Merdeka dapat bertahan lama, agar dapat mengimbas tidak hanya di Kabupaten Jayapura namun hingga ke tempat lainnya,” tutur Wabup Jayapura.

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati yang didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikaan, Sastra Minangkabau juga menyampaikan ketercapaian pengimplementasian Kurikulum Merdeka di Kabupaten Jayapura.

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 034/H/KR/2022 tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun Pelajaran 2022/2023, untuk Kabupaten Jayapura tertulis bahwa pada jenjang PAUD terdapat 17 sekolah, jenjang SD terdapat 14 sekolah, jenjang SMK  terdapat 2 sekolah, jenjang SMA/SMK terdapat 8 sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat  terdapat 1 sekolah.

Selain IKM, pada kesempatan ini disampaikan pula laporan implementasi program sekolah penggerak (PSP) dan Program Guru Penggerak (PGP). Program Sekolah Penggerak (PSP) berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi literasi, numerasi, dan karakter.

“Ada satu pemikiran besar yang luar biasa untuk mempersiapkan generasi berikut yang mampu bersaing, menempatkan diri, dan mengelola sumber daya alam. Sejak dini kita persiapkan mereka untuk menjadi generasi yang pandai melihat peluang. Ke depan, orang asli Papua diharapkan menjadi manajer-manajer di negerinya sendiri, dan saya berharap para pendidik betul-betul lebih mengerti dan bersikap visioner atas apa yang direncanakan dalam mempersiapkan generasi yang mampu bersaing mengingat saat sekarang dunia dalam genggaman teknologi,” imbau Giri Wijayantoro.







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI    
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id     

#MerdekaBelajar
#KurikulumMerdeka
#MerdekaMengajar
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 476/sipers/A6/VIII/2022

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 96 kali