Mendikbud: Penumbuhan Cinta Tanah Air Dimulai dari Rumah dan Sekolah  01 Maret 2016  ← Back

Cianjur, Kemendikbud --- Penumbuhan rasa cinta tanah air dapat dimulai dari hal-hal kecil yang diajarkan dan dibiasakan di rumah dan sekolah. "Dimulai dari hal-hal yang kecil, misalnya kalau kita memutar musik di rumah, sudahkah kita memutar lagu-lagu nasional atau lagu-lagu daerah?" kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan usai menghadiri apel akbar Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) di Lapangan Mulyasari Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Minggu (28/2/2016).

Hal-hal kecil yang dibiasakan, menurut Anies, justru efektif membentuk karakter. Jadi peran orang tua sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan bangsa.

Setelah di rumah, sekolah adalah tempat berikutnya untuk lebih menebalkan rasa cinta tanah air di hati anak-anak Indonesia. Gerakan penumbuhan budi pekerti di sekolah yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah salah satu upaya membentuk karakter cinta tanah air dengan berbagai aktivitas di sekolah. "Aktivitas-aktivitas seperti berdoa bersama, menyanyikan lagu-lagu patriotik atau lagu-lagu daerah, upacara bendera diharapkan dapat memupuk semangat patriotik anak," tambah Anies.

Jika ada topik-topik pembicaraan yang relevan dengan penumbuhan rasa cinta tanah air, menurut Anies, hendaknya diangkat menjadi bahan diskusi di kelas. "Contohnya jika ada anak Indonesia yang tampil di ajang Grammy Award, ini kesempatan untuk mengingatkan lihatlah ada anak Indonesia yang tampil di ajang dunia," ujar Mendikbud.

Terkait dengan bela negara, Mendikbud menegaskan bahwa formatnya bisa sangat bervariasi. Bela negara tidak semata-mata membela negara dari serangan secara fisik oleh bangsa lain, namun aspeknya sangat luas. Berjuang di bidang pendidikan dan kebudayaan juga merupakan bagian dari bela negara. "Bela negara termasuk di dalamnya membela kebudayaan nasional. Tidak hanya membelanya dari pengaruh buruk kebudayaan luar, namun juga dari kejumudan atau stagnansi," kata Anies menambahkan.

 

Sumber :

 


Penulis : Nur Widiyanto
Editor :
Dilihat 378 kali