Museum Manusia Purba Sangiran, Tempat Belajar dan Pilar Peradaban  27 Februari 2015  ← Back

Sragen, Kemendikbud --- Manusia purba yang menjadi koleksi Museum Manusia Purba Sangiran, merupakan bagian dari tradisi peradaban nusantara dan juga warisan peradaban dunia. Di museum ini terdapat sejarah perjalanan makhluk purba yang kemudian hari disebut dengan Homo Erektus, dan memiliki usia jutaan tahun.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan saat mengunjungi Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Jawa Tengah, Kamis (26/02/2015). ”Kita ingin menjadikan tempat ini menjadi tempat belajar dan salah satu pilar peradaban yang akan kita tonjolkan di Indonesia dan juga di dataran Internasioanl,” kata Mendikbud.

Museum Manusia Purba Sangiran, kata Mendikbud, dapat diberdayakan sebagai tempat pendidikan tentang kebudayaan. Selain itu juga dapat diberdayakan sebagai pariwisata yang sangat besar. ”Tidak ada tempat lain di dunia yang selengkap sangiran dalam koleksi warisan peradaban pra sejarah. Disinilah tempat belajar yang luar biasa,” ujarnya.

Mendikbud berpendapat, hal yang sangat menarik dan membedakan dari museum manusia purba di negara lain adalah jika di Sangiran dapat menyentuh koleksi manusia purba, dan di kebanyakan negara lain tidak diperbolehkan menyentuh koleksi. ”Saya tadi memegang sebuah rahang yang berusia 1,2 juta yang lalu. Ketika anda memegang sesuatu yang usianya 1,2 juta tahun dan padahal umur anda baru 45 tahun, itu sangat luar biasa sekali,” kata Mendikbud.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan terus mengembangkan Museum Manusia Purba Sangiran menjadi tempat yang lebih informatif, edukatif, dan menarik bagi masyarakat yang datang. Museum harus menarik, dan memiliki efek kecanduan, serta tanamkan dalam diri anak-anak bahwa di dalam museum terdapat pembelajaran yang menyenangkan.

Mendikbud mengajak para guru, kepala sekolah, dan orang tua untuk membawa anak-anak berkunjung dan belajar di Museum Manusia Purba Sangirang, sehingga mereka tahu  panjangnya peradaban di Indonesia. Dengan begitu anak-anak akan bangga sebagai anak Indonesia. ”Lakukan kegiatan-kegiatan belajar ke sini, dan kita dorong juga perkembangan pariwisata di tempat ini,” ucap Mendikbud.

Dalam kunjungannya, Mendikbud mengunjungi tiga ruang pamer yang ada di lokasi museum. Ruang pameran pertama bertemakan kekayaan Sangiran. Ruang pamer kedua bertemakan langkah-langkah kemanusiaan, dan ruang pamer ketiga bertemakan masa keemasan Homo Erectus 500 ribu tahun yang lalu. Selain itu Mendikbud juga mengunjungi laboratorium koleksi dari museum. (Seno Hartono)

 


Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 1401 kali