281 Peserta Didik Ikuti UN Paket C di Kota Palangka Raya  14 April 2015  ← Back

Palangka Raya, Kemendikbud --- Pelaksanaan ujian nasional (UN) tidak hanya diikuti oleh peserta didik pendidikan formal, tetapi juga diikuti oleh peserta didik pendidikan non formal. Di Kota Palangka Raya sebanyak 281 peserta didik terdaftar mengikuti ujian nasional (UN) Paket C tahun 2015. Pelaksanaan ujian rayon 01 Palangka Raya dipusatkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Palangka Raya, dan diikuti 16 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).  

"Melihat pelaksanaan hari pertama ini secara teknis tidak ada kendala yang berarti. Naskah soal kita lihat tidak terjadi kekurangan," disampaikan Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Tengah Damber Liwan saat memantau pelaksanaan UN Paket C di SMPN 1 Palangka Raya, Senin (13/04/2015).  

Pelaksanaan UN Paket C di SMPN 1 Palangka Raya menggunakan 15 kelas. 16 PKBM atau SKB yang mengikuti ujian tersebut terdiri dari Candra Kirana terdaftar 7 peserta didik, Luthfillah terdaftar 30 peserta didik, Sinar Harapan terdaftar14 peserta didik, Lempar terdaftar 6 peserta didik, Bina Insan terdaftar 16 peserta didik, Ceria terdaftar 6 peserta didik, dan Darus sa'adah terdaftar 25 peserta didik.  

Selanjutnya PKBM atau SKB Denmar terdaftar 10 peserta didik, Komplek Sosial terdaftar 24 peserta didik, Melati terdaftar 41 peserta didik, Katimpun terdaftar 15 peserta didik, Mendawai terdaftar 34 peserta didik, Tilung Raya terdaftar 19 peserta didik, Harapan Jaya terdaftar 22 peserta didik, Bangkirai terdaftar 9 peserta didik, dan Tunas Harapan terdaftar 3 peserta didik.  

Hasil pantauan kemdikbud.go.id dilokasi ujian Paket C tersebut terdapat beberapa peserta ujian mengalami keterlambatan dalam kehadiran, bahkan terdapat beberapa peserta tidak hadir saat pelaksanaan ujian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keterlambat perserta ujian tersebut dikarenakan peserta didik tersebut terlebih dahulu menyelesaikan kerja, terdapat beberapa peserta didik yang salah tempat atau tersasar, sehingga butuh waktu lebih untuk sampai di SMPN 1 Palangka Raya, dan terdapat beberapa perserta ujian yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi ujian.  

Selain itu juga terdapat kendala peserta ujian tidak dapat hadir saat pelaksanaan ujian. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh kemdikbud.go.id tentang ketidakhadiran peserta ujian tersebut sebagian besar dikarenakan peserta tersebut tidak diberikan izin oleh pimpinan tempatnya bekerja, dan tidak hadir karena sakit. Ulfa salah satu pengurus PKBM Luthfillah saat ditemui kemdikbud.go.id membenarkan hal tersebut, terdapat beberapa peserta didik tidak dapat mengikuti ujian karena tidak dapatnya izin dari tempatnya bekerja, dan sakit.  

"Ditempat kami pun juga ada beberapa peserta didik tidak dapat ikut ujian karena tidak dapat izin dari tempat kerja. Biarpun begitu kami akan terus mendampingi mereka hingga mereka lulus Paket C. Inilah peran kami sebagai pengurus lembaga pendidikan non formal, tidak akan lelah memberikan pendampingan kepada peserta didik kami," tutur Ulfa.  

Melihat kendala ketidakhadiran peserta didik saat pelaksaan ujian, Damper mengemukakan jika terdapat alasan yang konkrit, seperti jika sakit terdapat surat izin dari dokter, maka mereka dapat mengikuti ujian susulan Paket C. "Kita harus terus dampingi mereka, dan kita harus sentuh mereka dengan hati. Agar mereka pun juga dapat terlayani pendidikan dengan baik," pungkas Damber. (Seno Hartono)

 


Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 949 kali