Di Balik Keberhasilan UN CBT di SMKN 2 Yogyakarta  14 April 2015  ← Back

Yogyakarta, Kemendikbud --- SMKN 2 Yogyakarta menjadi salah satu sekolah yang sukses menjalankan ujian nasional (UN) berbasis komputer atau computer based test (CBT). Dua hari sebelum pelaksanaan UN, yaitu Sabtu (11/04/2015), sekolah ini pun sukses mengunduh naskah soal dari server pusat di Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud ke server lokal di sekolah.
 
Warjana, sebagai Proktor (Server Admin) Utama SMKN 2 Yogyakarta,  mengatakan, langkah awal sebelum mengunduh soal dari server pusat adalah melakukan update software. Setelah memastikan bahwa software sudah update, server lokal di sekolah akan siap melakukan sinkronisasi dengan server pusat. 
 
"Sinkronisasi itu butuh waktu sekitar 1,5 jam," kata Warjana di Gedung SMKN 2 Yogyakarta, Senin (13/04/2015). Selanjutnya setelah sinkronisasi selesai, proktor dan teknisi di sekolah mengirimkan screen shot ke pusat untuk memastikan validitas hasil sinkronisasi.
 
Ada tujuh ruang kelas yang dijadikan sebagai ruang ujian. Setelah sinkronisasi selesai dilakukan di salah satu server di ruang ujian tersebut, selanjutnya dilakukan penggandaan (copy) dari server itu ke enam server di setiap ruangan. Setiap ruangan ujian di SMKN 2 Yogyakarta terdiri 33 siswa dan 33 unit komputer, ditambah 3-4 komputer cadangan jika ada komputer yang memiliki masalah teknis saat UN berlangsung. 
 
SMKN 2 Yogyakarta memiliki 11 laboratorium komputer yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kemampuan siswa dalam menggunakan komputer pun terbilang cakap. Begitu pula dengan guru-gurunya. Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Paryoto mengatakan guru-guru di sekolah yang dipimpinnya itu juga berbasis teknologi informasi. Setiap pembelajaran guru juga menggunakan laptop. 
 
Di hari pertama pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/SMK/MA kemarin, Paryoto melihat para siswa tampak lebih santai mengerjakan soal  dengan komputer dibanding ujian berbasis kertas atau paper based test (PBT). "Pandangan saya pas berkeliling seperti itu," ujarnya.
 
Sebelum pelaksanaan UN, Paryoto dan timnya juga rajin menyosialisasikan informasi tentang UN berbasis komputer kepada para siswa, orang tua dan komite sekolah. Hal yang paling penting disosialisasikan adalah mengenai pengertian ujian berbasis komputer atau CBT, karena pemahaman sebagian besar masyarakat mengenai CBT adalah sama dengan ujian online. "Padahal kan menggunakan internet hanya untuk unduh soal ke server sekolah," katanya. 
 
Meski peserta didiknya telah terbiasa menggunakan komputer, Paryoto tetap mengadakan uji coba atau simulasi UN CBT supaya siswa lebih siap menjalani ujian nasional. Format dan jadwal simulasi UN CBT mengikuti ketentuan yang telah diberikan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, yaitu pada tanggal 2, 6, dan 7 April 2015. Semua persiapan tersebut dilakukan pihak sekolah di SMKN 2 Yogyakarta untuk membantu siswa menghadapi ujian nasional dan menyukseskan pelaksanaan UN CBT. (Desliana Maulipaksi)

Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 595 kali