SMAN 3 Yogyakarta Jaga Keamanan dan Kenyamanan Pelaksanaan UN   13 April 2015  ← Back

Yogyakarta, Kemendikbud --- SMAN 3 Yogyakarta merupakan salah satu SMA unggulan di Provinsi Yogyakarta. Sekolah ini juga menjadi Subrayon 01 di Kota Yogyakarta untuk distribusi naskah ke 13 sekolah. Pelaksanaan UN di SMAN 3 Yogyakarta menggunakan model paper based test (PBT) atau ujian berbasis kertas, meski sekolah ini sering digunakan sebagai lokasi ujian berbasis komputer atau computer based test (CBT).

"Semua SMA di Kota Yogyakarta melaksanakan UN PBT. Sekolah kami memang sering jadi lokasi uji kompetensi guru, uji kompetensi kepala sekolah, atau ujian CPNS untuk kejaksaan. Tapi karena persyaratan untuk UN CBT 1:3, kami tidak siap karena pengadaan alatnya (komputer) tidak ada," ujar Kepala SMAN 3 Yogyakarta, Dwi Rini, Senin (13/04/2015).

Peserta UN di sekolah yang dipimpinnya itu berjumlah 223 siswa dengan rincian 209 peserta untuk jurusan IPA dan 14 peserta untuk jurusan IPS. Semua peserta itu dibagi menjadi 12 ruang kelas. Ia mengatakan, hari pertama pelaksanaan UN di sekolahnya berjalan dengan baik dan lancar.

Dwi Rini sangat menjaga keamanan dan kenyamanan anak didiknya dalam menjalani ujian nasional. Tidak boleh ada pihak lain di luar panitia dan pengawas yang masuk ke lingkungan sekitar ruang ujian. Tamu-tamu dan para pemantau pelaksaaan UN tidak diperbolehkan mendekati ruang ujian, apalagi mengambil gambar/foto. Mereka hanya diperbolehkan masuk sampai ruang tunggu untuk mendapatkan informasi dan berdiskusi seputar pelaksanaan UN di hari pertama.

Ia mengatakan, kebijakan itu diambilnya supaya tidak mengganggu konsentrasi peserta didik dalam mengerjakan soal UN. Bahkan bagi wartawan atau pemantau yang ingin mewawancarai peserta UN di sekolahnya, hanya diperbolehkan setelah semua mata pelajaran yang diujikan selesai. Artinya, bahkan pada saat istirahat pergantian mata pelajaran, peserta didik tidak boleh diganggu oleh orang luar.

Sebagai sekolah unggulan, SMAN 3 Yogyakarta juga mempersiapkan siswanya dengan baik untuk menghadapi ujian nasional. Rini mengatakan, pihaknya mengadakan pendalaman materi untuk siswa kelas XII sebagai salah satu persiapan UN. Pendalaman materi ini dimulai pada Agustus 2015 lalu. Siswa mengikuti pendalaman materi selama 45 menit setiap pagi, pada pukul 06.30 sampai 07.15 WIB.

Meski hasil UN tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan, motivasi belajar siswa harus tetap dijaga. Sekolah tetap menekankan pentingnya ujian nasional kepada para siswa. "Tetap anak harus belajar karena diperhitungkan untuk masuk perguruan tinggi," kata Rini. (Desliana Maulipaksi)

 


Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 401 kali