Mendikbud Serahkan Piagam MoW Kitab Nagarakertagama dan Babad Diponegoro ke Perpustakaan Nasional  26 Mei 2015  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Ingatan dunia atau Memory of the World (MoW) yang didirikan oleh UNESCO dan dua badan internasional lainnya, yaitu International Federation of Library Association (IFLA) dan International Council of Archives (ICA), melalui sidang pada tanggal 18 s.d. 21 Juni 2013 di Korea Selatan, menetapkan 54 inskripsi dari puluhan negara sebagai MoW. Dua diantara yang telah ditetapkan adalah Kitab Nagarakertagama, dan Babad Diponegoro. Penetapan ini ditandai dengan dikeluarkannya piagam MoW oleh UNESCO,

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyerahkan piagam MoW Kitab Nagarakertagama dan Babad Diponegoro kepada Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih. Penyerahan piagam tersebut dilaksanakan di Kantor Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (25/05/2015).

“Ini peristiwa penting bagi negara kita, dan atas nama pemerintah kami ucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras dan keuletannya sehingga peristiwa ini dapat terjadi,” demikian disampaikan Mendikbud dalam sambutannya.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada tahun 2008 telah mengusulkan naskah kuno koleksi Nagarakertagama sebagai MoW. Kemudian diberikan rekomendasi untuk didaftarkan dalam register MoW pada tahun 2013. Selanjutnya, pada tahun 2010, Perpusnas kembali mengajukan naskah kuno beraksara dan berbahasa Jawa, dengan nomor KBG 282 berjudul Babad Diponegoro sebagai MoW. Hingga akhirnya ditetapkan sebagai Naskah Ingatan Dunia (MoW) pada bulan Juni 2013.

Keberhasilan penetapan Kitab Nagarakertagama, dan Babad Diponegoro sebagai MoW tidak terlepas dari peran Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemendikbud. Sejak tahun 2006, telah dibentuk Komite Nasional MoW Indonesia. Komite MoW Indonesia bersifat koordinatif dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).  

Mendikbud berharap semoga prestasi tercatatnya kedua naskah tersebut menjadi awalan yang baik bagi Indonesia untuk kembali memasukan berbagai warisan dokumenter di Perpusnas sebagai MoW. “Ajak generasi muda kita ikut merayakan keberhasilan ini dan ikut memperjuangkan lebih banyak lagi warisan dokumenter Indonesia menjadi MoW,” ajak Mendikbud.

Hadir dalam acara penyambutan piagam yang bertemakan “Memartabatkan Bangsa Melalui Ingatan Dunia “, Komite Nasional MoW Indonesia Bambang, Wardiman Djoyonegoro, dan Edi Sedyawati, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Arief Rachman, Kepala Arsip Nasional Mustari Irawan, Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain, Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan, dan perwakilan dari kantor UNESCO Jakarta. (Seno Hartono)

 


Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 601 kali