Seminar Nasional Kurikulum PAUD untuk Kedua Kalinya Digelar  28 Mei 2015  ← Back

Yogyakarta, Kemendikbud --- Setelah menggelar Seminar Nasional Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pertama di Malang, Jawa Timur pada Maret 2015 yang lalu, kini kegiatan yang sama untuk kedua kalinya diselenggarakan di Yogyakarta, Kamis (28/5/2015). Seminar kali ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, yang secara khusus memberikan semangat kepada lebih dari 6.300 peserta yang sebagian besar merupakan para pendidik PAUD. Mereka merupakan perwakilan dari 19 provinsi di Indonesia.

“Kita menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini. Saya sendiri juga pernah merasakan PAUD di kota ini,” tutur Mendikbud di awal sambutannya.

Ia menilai, manfaat pendidikan yang diterima sejak usia dini, seperti pembiasaan-pembiasaan baik yang dilakukan secara disiplin oleh para pendidik PAUD kepada anak-anak, terbawa hingga dewasa. Pemerintah, tambah Mendikbud, menginginkan agar setiap anak mendapatkan pendidikan selama satu tahun sebelum masuk pendidikan dasar. “Dengan begitu, anak-anak dibekali dulu lewat pendidikan anak usia dini,” katanya.

Mendikbud menuturkan, selama beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mencanangkan program “1 Desa 1 PAUD”. Program ini diakui Mendikbud perlu dilakukan lebih jauh, mengingat target jangkauan cukup luas. “Ini harus dilakukan sebagai sebuah gerakan. Bukan saja dilakukan oleh aktivitas kedinasan semata, tetapi oleh semua komponen masyarakat, termasuk oleh organisasi-organisasi masyarakat di bidang PAUD,” ajak Mendikbud.

Seminar nasional ini merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi). Ketua Himpaudi Pusat, Netti Herawati mengatakan, PAUD membangun pondasi bangsa. Oleh karena itu, penting bagi para pendidik anak usia dini untuk terus belajar, agar tidak salah dalam mendidik anak.

“Untuk itu seminar ini dilaksanakan secara safari di seluruh provinsi. Alhamdulillah, Malang sebagai perwakilan provinsi Jawa Timur, telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan total peserta yang hadir mencapai 8.700 orang.  Lampung, Riau, dan Bali sudah mendaftar untuk melaksanakan kegiatan ini,” ucap Netti saat menyampaikan laporannya. (Ratih Anbarini)

 


Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 406 kali