Barengi Keterampilan yang Mumpuni dengan Kemampuan Bahasa Asing yang Baik  10 Juni 2015  ← Back

Tangerang, Kemendikbud --- Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa lulusan SMK memiliki peluang lebih besar untuk bisa langsung bekerja, karena mereka disiapkan menjadi tenaga kerja tingkat menengah memasuki pasar kerja/mandiri. Tantangan terbesar saat ini adalah memasarkan tenaga kerja (job matching) lulusan SMK. Data dari Badan Pusat Statistik dalam laporan bulan Agustus 2014 menunjukkan masih banyak lulusan SMK yang belum terserap pasar tenaga kerja.
 
Di sisi lain, banyak pihak mengakui, Indonesia memiliki tenaga terampil yang mumpuni di bidangnya. Untuk urusan etos kerja, Indonesia juga cukup unggul. Namun, sebagian tenaga terampil Indonesia tersebut memiliki kelemahan yang dapat menghambat persaingan di bursa tenaga kerja internasional. Kelemahan yang harus segera dibenahi itu adalah masalah kemampuan berbahasa asing.
 
Ihwal kelemahan ini diungkapkan Pelaksana Tugas Gubernur Banten, Rano Karno yang hadir memberikan sambutan dalam acara pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK dan Pameran Hasil Karya Siswa SMK 2015 di Tangerang, Banten, Selasa (9/6/2015). Tahun ini Banten menjadi tuan rumah ajang kompetisi tahunan bagi siswa-siswi SMK tersebut.
 
Rano mengatakan, masih ada waktu untuk memiliki nilai tambah di tengah-tengah persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Masih ada waktu (untuk mempelajari) bahasa Inggris, atau bahasa Cina, bahasa Arab, Jepang, atau Korea. (Kemampuan berbahasa asing) harus menjadi tambahan, agar kita siap bersaing,” katanya.
 
Bukan hanya di kawasan ASEAN, tenaga kerja Indonesia, khususnya lulusan SMK harus siap bertarung di pasar tenaga kerja dunia. Dalam kesempatan itu pula, Rano membagi cerita tentang hasil kunjungannya ke Dubai memenuhi undangan pemerintah negara tersebut, akhir Maret 2015. Ia menuturkan, selain dirinya, Gubernur Lampung dan Jawa Timur juga diundang mempromosikan potensi daerahnya di negara tersebut. “Pada 2020, Dubai akan membangun sebuah kota besar. Mereka membutuhkan tenaga-tenaga terampil. Sekarang 2015, berarti masih ada waktu lima tahun lagi untuk menjadi seorang yang memiliki kompetensi dan siap berlaga di bursa tenaga kerja internasional,” tuturnya. (Ratih Anbarini/Emi Salpiati)
 

Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 470 kali