Kemendikbud Luncurkan Lagu dan Slogan Cagar Budaya Museum Nasional  16 Juni 2015  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, dalam rangka mengkomunikasikan dan mengkampanyekan Cagar Budaya dan Permuseuman meluncurkan Lagu (Jingle) dan Slogan (Tagline) Cagar Budaya Nasional.

“Peluncuran Jingle dan Tagline ini juga sekaligus memperingati ulang tahun ke 102 Purbakala Indonesia yang setiap tahun diperingati  pada tanggal 14 Juni 2015,” demikian disampaikan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Harry Widianto dalam sambutannya pada acara Peluncuran Lagu dan Slogan Cagar Budaya Museum Nasional, di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (16/06/2015).

Pemilihan Jingle dan Tagline Cagar Budaya Museum Nasional diawali dengan sayembara yang dibuka pada bulan April 2015. Lima dewan juri yag terdiri dari Purwacaraka, R.A. Dewi Yuli Pujiati, Yonathan Pardede, Batara Swandita, dan Dwi Cahyono memutuskan melalui penjurian yang dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2015 terpilih tiga pemenang dari 400 karya yang telah terkumpul.

Pemenang pertama diraih oleh Vishnu Satyagraha, dengan anggota Rocky Irvano dan Angger Putranto. Lagu dan Slogan yang diciptakan oleh Vishnu Satyagraha berjudul “Kunjungi, Lindungi, Lestarikan”. Pemenang kedua diraih oleh Satrida Nugraha dengan judul lagu dan slogan “Cagar Budaya Identitas Negara”. Sedangkan pemenang ketiga diraih oleh Henrico Sena Putra dengan judul lagu dan slogan “ Karena Lestari Cagar Budaya, Cermin Identitas Bangsa”.   

“Sungguh luar biasa minat masyarakat. Ini terbukti terkumpulnya 400 karya yang pada akhirnya terpilih tiga pemenang. Saya ucapkan selamat kepada para pemenang,” tutur Harry.

Pemenang juara pertama akan diberikan hadiah uang pembinaan sebesar Rp50 juta, juara kedua diberikan uang pembinaan sebesar Rp20 juta, dan juara ketiga diberikan uang pembinaan sebesar Rp10 juta. Harry berharap lagu dan slogan yang terpilih dapat dikenal luas masyarakat Indonesia. Hal tersebut sangat perlu dilakukan agar masyarakat dapat lebih melindungi dan mencintai cagar budaya dan permuseuman Indonesia. “Mari bersama-sama kita kampanyekan dan sebarluaskan lagu dan slogan ini ke seluruh penjuru di Indonesia,” ajak Harry. (Seno Hartono)


Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 2304 kali