Penyelenggaraan IOAA 2015 Sarat Nuansa Budaya  03 Agustus 2015  ← Back

Yogyakarta, Kemendikbud --- Candi Prambanan menjadi tempat dilangsungkannya penutupan Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika 2015 atau International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2015. Umbul-umbul IOAA sudah terlihat terpasang di kanan kiri jalan masuk menuju Teater Sendratari Ramayana, yang berada di bagian barat komplek candi Prambanan,pada Minggu (2/8/2015). 300 orang lebih peserta IOAA 2015 yang berasal dari 41 negara akan menghadiri acara penutupan pada Senin sore (3/8/2015).
 
Candi Prambanan dipilih sebagai lokasi penutupan agar peserta IOAA 2015 dapat menikmati suasana penutupan dengan nuansa budaya karena saat acara penutupan akan disuguhkan sendratari Ramayana. Suasana sarat budaya juga akan terasa lebih kental karena peserta IOAA 2015 akan mengenakan pakaian tradisional negara masing-masing pada acara penutupan.
 
IOAA 2015 bukan hanya bertujuan menumbuhkembangkan astronomi dan memperkuat persahabatan di kalangan siswa SMA sebagai astronomer muda, namun juga mempromosikan wisata budaya di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Tengah. Ini terbukti dari dipilihnya Candi Borobudur sebagai lokasi tes observasi IOAA 2015. Masih dalam rangkaian promosi wisata tersebut, peserta telah disuguhi berbagai acara budaya. Pada Rabu (29/7/2015) mereka menonton pertunjukkan wayang kulit di sela-sela kunjungan ke Expo Produk Kompetensi dan Job Fair SMK di Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Peserta terkagum-kagum menyaksikan pertunjukan wayang kulit tersebut, terlebih karena dalangnya seorang siswi, dari SMK Negeri 8 Surakarta.
 
Selanjutnya  para siswa berprestasi bidang astronomi dan astrofisika ini menyimak sosialisasi warisan budaya dunia pada Sabtu (1/8/2015) di Balairung Pancasila, SMA Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Di sini mereka mendapat penjelasan tentang pentingnya 
konservasi dan pelestarian cagar budaya, khususnya Candi Borobudur dan Prambanan yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. 
 
Akhirnya pada Senin pagi (3/8/2015), peserta mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran di Sragen, Jawa Tengah. Selama satu setengah jam peserta diajak berkeliling situs warisan purbakala, yang dikukuhkan UNESCO sebagai situs warisan dunia, sebelum kembali ke penginapan masing-masing untuk persiapan mengikuti acara penutupan pada sore hari. (Emi Salpiati)

Sumber :

 


Penulis :
Editor :
Dilihat 392 kali