Kemendikbud Ajak Kembangkan Literasi di Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat  20 Mei 2016  ← Back

 
Yogyakarta, Kemendikbud --- Gerakan Literasi Sekolah yang telah diluncurkan sejak tahun 2015 sebagai wujud implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali mengingatkan, dan mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk lebih mengembangkan literasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
 
“Gerakan literasi" yg diluncurkan Mendikbud Anies Baswedan thn 2015 dapat dijadikan sebagai wahana untuk meningkatkan kolaborasi diantara sesama pemangku kepentingan pendidikan. Kita perkuat kolaborasi untuk mengembangkan literasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat”. Demikian disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (Ka. BKLM) Asianto Sinambela dalam forum dialog pendidikan, di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (18.05/2016).
 
Asianto yang pernah mengemban amanah sebagai Konsul Jenderal (Konjen) di San Fransico, Amerika Serikat ini mengatakan, beberapa penelitian yang dilakukan oleh lembaga internasional seperti TheProgramme for International Student Assessment (PISA) menyampaikan bahwa minat baca siswa Indonesia masih kurang.
 
“Hal ini menjadi alat perekat bagi kita untuk merapatkan barisan, saling berkolaborasi dengan sesama para pemangku kepentingan pendidikan untuk lebih gencar lagi mensosialisasikan gerakan literasi, agar gemar membaca mewarnai lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat kita,” ujar Asianto.
 
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY R. Kadarmanto Baskara Aji menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY memberikan dukungan penuh terhadap gerakan literasi yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud. “Kita patut berikan apresiasi dan penghargaan dengan adanya gerakan literasi. Kami pun memberikan dukungan penuh khususnya dalam memberikan pembiayaan melalui APBD untuk pengembangan literasi di DIY,” jelas Baskara.
 
Kemendikbud tahun ini merintis 31 Kampung Literasi pada lokasi Gerakan Indonesia Membaca (GIM) yang dibina oleh Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, dan akan masih terus berkembang ke daerah lain. Kampung Literasi tersebut adalah Aceh Utara, Samosir, Kota Padang, Bangka, Kota Bengkulu, Bandar Lampung, Kota Jambi, Pekan Baru, Pelembang, Lebak, Ciamis, Banyumas, Gunung Kidul, Pamekasan, Karangasem, Lombok Barat, Nunukan, Singkawang, Palangkaraya, Banjarbaru, Kota Samarinda, Kupang, Gorontalo, Manado, Polewali Mandar, Kota Kendari, Gowa, Ambon, Ternate, Lanny Jaya, Manokwari.     
 
“Pesan Mendikbud jika berbicara tentang literasi, jadikan gerakan ini menjadi suatu gerakan nasional agar semua elemen masyarakat bisa bergerak bersama-sama dengan tujuan yang sama,” demikian kalimat penutup Asianto dalam sambutannya di acara forum dialog pendidikan yang dihadiri sekitar seratus orang, terdiri dari kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, dewan pendidikan, lembaga masyarakat bidang pendidikan, serta Media Massa. ***
 
 
Yogyakarta, 18 Mei 2016
 
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sumber :

 


Penulis : administrator
Editor :
Dilihat 2039 kali