Mendikbud: Kita Harus Selamatkan Anak-anak Dari Kemungkinan Menjadi Generasi Yang Hilang   08 Oktober 2016  ← Back

Jayapura, Kemendikbud -- Tiba di Jayapura, Jumat (7/10/2016) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy disambut oleh Bupati Jayapura Mathius Awaitouw. Bersama rombongan, Mendikbud mampir ke Mesjid Al Mukaromah di kawasan Yonif 751 Raider Kabupaten Jayapura untuk menunaikan ibadah shalat Jumat. Dalam kesempatan tersebut Mendikbud diberi kehormatan untuk menjadi khatib.

Dalam khutbahnya, Mendikbud menyampaikan pentingnya untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari ancaman menjadi generasi yang hilang. Ia mengajak jamaah shalat Jumat untuk memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Jika ada anak-anak terlantar karena kondisi ekonomi keluarga yang lemah ataupun tidak dalam pengasuhan yang baik, maka tugas kaum terdidik dan mampu untuk membantu dan menyelamatkan mereka.

"Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo memberikan bantuan untuk menjamin anak-anak yang berpotensi menjadi lost generation itu, agar mendapatkan pendidikan yang layak," disampaikan Mendikbud kepada jamaah.

Lebih lanjut, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menitipkan pesan seraya mengajak masyarakat agar mewujudkan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang perbedaan suku, agama ataupun ras tertentu. "Yang penting adalah kita satu tujuan untuk Indonesia yang lebih baik," ujarnya.

Kunjungan kerja Mendikbud dan para pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berlanjut dengan mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Harapan untuk meninjau kesiapan sekolah dalam melaksanakan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) serta menyaksikan pencairan dana manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

SDN Kampung Harapan memiliki 21 orang guru, dan 420 siswa. Kepala sekolah Suhartini Hidayat menyampaikan bahwa dana PIP tahun 2016 telah dicairkan untuk 107 orang siswa.  

Beberapa wali murid yang mendampingi putra putrinya mencairkan dana manfaat PIP menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas PIP. Bagi mereka, dana itu cukup membantu meringankan keperluan sekolah anaknya.

Bersama Bupati Jayapura, kunjungan kerja Tim Kemendikbud dilanjutkan dengan meninjau beberapa satuan pendidikan di Kabupaten Jayapura. Menggunakan kapal, rombongan menyebrangi Danau Sentani untuk berkunjung ke kampung adat Ayapo. Kemudian, kunjungan kerja dilanjutkan untuk meninjau lokasi pengembangan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan Sentani.

Di setiap lokasi, Mendikbud selalu mengingatkan bahwa pendidikan bukan saja tanggung jawab pemerintah namun juga masyarakat, maka penting untuk memperkuat peran Komite Gotong Royong Sekolah. Ia mengharapkan pemerintah daerah juga dapat memprioritaskan pendidikan sebagai investasi masa depan. Pemerintah pusat mendorong dan membantu, sementara pemerintah daerah menjaga, membina dan mengembangkan.

Dalam kunjungan kerjanya di Jayapura kali ini Mendikbud didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Didik Suhardi, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata, Staf Ahli bidang Hubungan Pusat dan Daerah James Modouw, Staf Ahli bidang Pembangunan Karakter Arie Budhiman, Direktur Pembinaan SMK Mustaghfirin Amin, Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Pendidikan Kesetaraan Erman Syamsudin dan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Wowon Hidayat.***








Jayapura, 7 Oktober 2016
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1437 kali