Mendikbud Imbau Para Pelaku Pendidikan Perkuat PIP, Pendidikan Karakter, dan Pendidikan Kejuruan  16 November 2016  ← Back

Kunjungan Kerja ke Kota Makassar, Mendikbud Imbau Para Pelaku Pendidikan untuk Perkuat Program Indonesia Pintar, Pendidikan Karakter, dan Pendidikan Kejuruan
 
Makassar, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, didampingi oleh Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto, dan Direktur Pembinaan SMK Mustaghfirin melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (16/11/2016). 
 
Dalam kunjungan kerja tersebut terdapat tiga fokus kebijakan yang akan disampaikan, yakni perluasan akses pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), penerapan revolusi mental melalui Penguatan Pendidikan Karater (PPK), dan penguatan sumberdaya manusia (SDM) dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja melalui pendidikan vokasi.
 
Dalam kunjungan pertama di pagi hari, Mendikbud mengunjungi daerah Kepulauan Barrang Lompo dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Kota Makassar menggunakan kapal cepat. Dalam kunjungan ini, Mendikbud menyaksikan proses pencairan 263 siswa penerima dana manfaat dari PIP di SD Inpres Kepulauan Barrang Lompo, Kota Makassar. Dari jumlah siswa tersebut, 48 siswa dari SD Inpres Barrang Lompo, 191 siswa SD Negeri Barrang Lompo, dan 24 siswa SMP Negeri 28 Barrang Lompo. 
 
“Alhamdulillah penyaluran KIP di sini berjalan dengan lancar. Kami menyampaikan terima kasih kepada bank penyalur,” ujar Mendikbud. 
 
Mendikbud mengatakan, manfaat PIP adalah untuk menjamin anak-anak dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan. “Gunakan dana PIP melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan sebaik-baiknya untuk mendukung aktivitas kalian bersekolah,” pesan Mendikbud kepada para siswa penerima KIP di Pulau Barrang Lompo.
 
Sangat mengejutkan, ditengah-tengah sambutannya, Mendikbud menantang siswa-siswa yang hadir untuk melafalkan Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Siswa pun menyambut baik ajakan Mendikbud tersebut, 6 siswa pun naik keatas panggung.
 
Mendikbud mengaku bangga, dan memberi apresiasi kepada siswa-siswa Pulau Barrang Lompo yang terbukti hafal Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, tidak kalah dengan siswa lain di daerah perkotaan. “Ini contoh yang baik yang ditanamkan para guru di pulau ini, dengan menanamkan cinta tanah air dan memperkuat nasionalisme,” kata Mendikbud.  
 
Beranjak dari Kepulauan Barrang Lompo, Mendikbud lanjut mengunjungi SMK Negeri 9 Kota Makassar. Dalam kunjungan tersebut Mendikbud menyempatkan untuk melihat perkembangan pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan laboratorium tempat praktik siswa jurusan Agri Bisnis Perikanan. "Tolong ruang kelas dan lingkungan sekolah dibuat senyaman mungkin untuk belajar dan beraktivitas siswa ya," tutur Mendikbud kepada kepala sekolah, Asnah Baharuddin, dan Direktur Pembinaan SMK Mustaghfirin Amin.
 
SMK Negeri 9 sendiri memiliki tiga jurusan yakni Agribisnis Perikanan, Nautika Kapal Penangkap Ikan, dan Elektronika Industri. Jurusan-jurusan ini, kata Mendikbud, sangat cocok untuk Makassar yang memiliki kepulauan dan pantai yang luas. "Dunia kemaritiman harus kita perkuat dengan menyiapkan tenaga terampil melalui lulusan SMK ini," pesan Mendikbud.
 
Usai kunjungan ke SMK, Mendikbud lanjutkan kunjungan ke sekolah yang dikelola Yayasan Athirah. Di sekolah tersebut Mendikbud melakukan tentang penguatan pendidikan karakter. “Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bukan menjadi hal baru di Indonesia. seperti terlihat yang diterapkan oleh Sekolah Islam Athirah ini. Disini sebelum pemerintah mau menerapkan PPK, sudah melakukan PPK melalu proses belajar mengajarnya,” kata Mendikbud.
 
Pelaksanaan belajar mengajar berbasis penguatan pendidikan karakter yang diterapkan di Sekolah Islam Athirah, Mendikbud memandang sudah bagus dalam pelaksanaannya. “Ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain tentang penerapan PPK di sekolah. Harus ada terobosan bagi sistem belajar mengajar di sekolah,” ucap Mendikbud.
 
Dalam sistem belajar mengajar di sekolah, kata Mendikbud, pihak sekolah harus memberikan ruang yang cukup untuk guru. Proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan di luar kelas. “Pemikiran guru yang hanya mengajar di dalam kelas saja perlu di rubah, guru sudah harus lebih kreatif,” ujar Mendikbud.
 
Pada kesempatan ini pun Mendikbud menjelaskan rencana kebijakan baru pemerintah tentang penerapan guru bertugas selama 8 jam/hari. Dengan penerapan kebijakan ini, guru dapat fokus mengajar di satu sekolah saja. Ini juga dapat membantu guru dalam pemenuhan beban kerja sesuai dengan Undang-undang Guru dan Dosen yang mengamanatkan beban kerja guru minimal 24 jam tatap muka dan maksimal 40 jam tatap muka dalam satu minggu. 
 
“Selama 8 jam/hari di sekolah, guru dapat melakukan 5 tugas guru, dan bentuk tatap muka guru dan siswa tidak harus dalam bentuk pemberian materi dalam kelas, tetapi bisa berupa bimbingan, konsultasi, kokurikuler, dan sebagainya. Dengan begitu semua pekerjaan guru tuntas di sekolah,” jelas Mendikbud.
 
Setelah usai kunjungan di Sekolah Islam Athirah, Mendikbud beranjak mengunjungi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Selatan. Pada kesempatan ini, Mendikbud menyaksikan penandatangan Nota Kesepahaman antara LPMP Sulawesi Selatan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. 
 
Dalam Nota Kesepahaman tersebut disepakati masing-masing mengadakan kesepahaman dalam rangka penjaminan mutu pendidikan yang meliputi Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah, Penilaian Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Adab/etika guru (Pendidik) dan Tenaga Kependidikan, Sekolah Model, dan Sekolah Rujukan di masing-masing kabupaten/kota. 
 
“Hal yang dilakukan disini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menjalin kerja sama yang baik antara LPMP dengan jajaran pelaksana dan penyelenggara pendidikan di provinsi sampai kecamatan dan kelurahan,” ajak Mendikbud.
 
Mendikbud mengajak LPMP tidak hanya bertanggungjawab dalam penjaminan mutu pendidikan yang berstandar nasional saja, tetapi juga membantu dalam relevansi pendidikan. LPMP dapat bekerja sama dengan penyelenggara pendidikan di daerah dalam menjawab permasalahan pendidikan seperti peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Selain itu juga membantu daerah dalam menjawab permasalahan kesenjangan pendidikan baik secara struktural dan sparsial.
 
“Selanjutnya juga dapat membantu dalam pengembangan pendidikan vokasi. Perlu adanya terobosan di daerah tentang ketidaksesuaian antara jenis dan jenjang penndidikan, dengan lapangan kerja yang dibutuhkan di dunia kerja,” pesan Mendikbud.
 
Pada kesempatan ini Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi kepada Mendikbud yang memberikan perhatian terhadap kemajuan pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan. “Di Sulawesi Selatan sejak tahun 2008 sudah memberikan pendidikan gratis. Kami memberikan perhatian penuh terhadap dunia pendidikan,” kata Gubernur.
 
Gubernur pun akan memberikan perhatian penuh terhadap pendidik dan tenaga kependidikan. Ia mengatakan, guru di Sulawesi Selatan akan lebih ditingkatkan lagi kompetensinya. “Guru sekarang harus melek teknologi sebagai upaya mengimbangi perkembangan zaman. Kami tempatkan pendidikan di Sulawesi Selatan adalah segalanya,” pungkasnya.