Anak Yatim Penerima KIP Ini Miliki Suara Emas  27 Maret 2017  ← Back



Tapanuli Tengah, Kemendikbud
--- “Untuk ayah tercinta… Aku ingin berjumpa... Walau air mata di pipiku…”. Suara emas Joel Kurnia Tarihoran, siswa SMPN 1 Barus, mengalun merdu saat latihan menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Menyanyikan lagu “Ayah”, Joel tampak senang dan bangga bisa menjadi salah satu siswa yang menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara simbolis saat kedatangan Presiden Jokowi dan rombongan berkunjung ke kampung halamannya.
 
Joel Kurnia Tarihoran adalah siswa penerima KIP dari SMPN 1 Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Anak bungsu dari delapan bersaudara ini tercatat sebagai siswa penerima KIP di sekolahnya dari golongan anak yatim. Pada tahun 2016 lalu, Joel berhasil menyabet juara 1 dalam Lomba Menyanyi Rohani Pesparawi yang diselenggarakan persatuan gereja se-Kabupaten Tapanuli Tengah.
 
Keinginan Joel bertemu dengan Presiden Joko Widodo terwujud saat Kecamatan Barus mendapat kunjungan dari Presiden RI untuk pertama kalinya. Sayang, Joel yang memiliki suara emas itu tidak bisa memperdengarkan suaranya langsung kepada Presiden Jokowi di Lapangan Merdeka Barus, karena padatnya agenda presiden. Padahal ia sangat ingin bernyanyi di hadapan orang nomor satu di Indonesia itu saat acara penyerahan KIP, 24 Maret 2017 lalu.
 
“Saya ingin mengungkapkan bahwa saya pernah memenangkan lomba menyanyi juara 1 tingkat kabupaten (Tapanuli Tengah), agar saya dapat bernyanyi di depan presiden,” ujar Joel saat ditanya mengenai hal yang akan disampaikannya kepada Presiden Jokowi, jelang kedatangan presiden dan rombongan di Lapangan Merdeka, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (24/3/2017).
 
Joel ingin Presiden Jokowi mendengarkannya menyanyikan lagu “Ayah”. Siswa kelas VIII SMPN 1 Barus itu memang sudah tidak memiliki ayah di sisinya. Saat diminta untuk menyanyi lagu “Ayah” sebagai bentuk latihan sebelum Presiden Jokowi datang, Joel pun bernyanyi sepenuh hati dengan suara emasnya. Membuat semua yang ikut mendengarkan terpukau dan terharu.
 
Sesuai arahan Presiden Jokowi untuk distribusi KIP tahun 2017, SMPN 1 Barus tempat Joel menuntut ilmu telah memprioritaskan anak yatim sebagai penerima KIP. Kepala SMPN 1 Barus, Dakhlis Tanjung mengatakan, selain memberikan dukungan kepada siswa penerima KIP, SMPN 1 Barus juga mendukung siswa-siswa berprestasi, baik bidang akademis maupun non-akademis seperti Joel.
 
“Kami melakukan pembinaan khusus terutama untuk anak-anak kami yang berbakat seni, memang kami berikan motivasi. Selanjutnya kami juga menyalurkan bakat mereka lewat perlombaan di kecamatan atau di kabupaten. Kami tetap ikut serta dan mengirimkan perwakilan dari sekolah. Mudah-mudahan ke depan kami tetap selalu bisa ikut untuk segala jenis lomba,” ujar Dakhlis.
 
Joel mengakui, hobi dan prestasinya dalam bidang seni, khususnya bernyanyi, memang mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti keluarga dan sekolah. Meskipun di SMKPN 1 Barus tidak ada guru khusus kesenian, Joel berlatih dengan guru Bahasa Indonesia, Ratna Dewi, yang ditunjuk sekolah untuk mendampingi dan melatih Joel. Ia pun menyampaikan pesan khusus untuk teman-teman di tanah air.
 
“Saya menyarankan teman-teman untuk dapat menyalurkan minat dan bakat bukan hanya dalam bidang akademik tapi juga dalam bidang seni seperti saya. Saya bisa bernyanyi dan mendapat juara di tingkat kecamatan dan kabupaten. Semoga teman-teman dapat terinsipirasi. Semangat, Indonesia!  Horas!” ucapnya dengan penuh semangat. (Desliana Maulipaksi)
Sumber : BKLM

 


Penulis : Desliana Maulipaksi
Editor : Anandes Langguana
Dilihat 9993 kali