Kemendikbud Dorong Keikutsertaan Publik dalam Pekan Pendidikan dan Kebudayaan   20 Mei 2017  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Pameran Pekan Pendidikan dan Kebudayaan, diselenggarakan pada tanggal 18 s.d. 21 Mei 2017, di Lippo Mall Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat.
 
Kemendikbud mendorong peran aktif masyarakat memeriahkan acara tersebut dalam penyelenggaraan pameran, seminar, bincang interatif,  dan pentas budaya. Di samping itu, memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba foto dan artikel, serta wartawan peduli pendidikan dan kebudayaan.

“Pameran pendidikan yang diselenggarakan dalam pekan pendidikan dan kebudayaan ini merupakan salah satu upaya untuk penyebarluasan dan penyampaian informasi kepada masyarakat tentang kebijakan, program, dan kegiatan prioritas pendidikan dan kebudayaan. Oleh karena itu, gunakan acara ini dengan sebaik-baiknya, khususnya masyarakat yang ingin mendapatkan informasi,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka pameran, yang diikuti satuan kerja di lingkungan Kemendikbud dan mitra kerja pendidikan dan kebudayaan.

Pada penyelenggaraan pameran pendidikan dan kebudayaan yang baru pertama kali diselenggarakan di mal ini, diisi dengan berbagai acara, antara lain, perbincangan interaktif dengan berbagai topik menarik, yakni bincang interaktif bersama orangtua anak berkebutuhan khusus; bincang interaktif Gerakan Nasional Guru Menulis (SaguSabu – Satu Guru Satu Buku); bincang interaktif tentang pendidikan vokasi “Karakter SMK Menyongsong Era Digital”. Selain itu, workshop tentang keorangtuaan dengan tema “Mengubah Ketagihan Game Jadi Ketagihan Belajar”.

Hal lain yang menarik dari acara ini, pengunjung pameran diajak mencoba hasil karya lomba cipta game.

Selain berbagai acara tersebut, juga pemberian penghargaan kepada pemenang lomba foto dan artikel.

Pada lomba foto, terdapat empat kategori yang diberikan penghargaan. Untuk Kategori Pelajar, terdapat 14 pemenang, yaitu Fafan Afindra dengan judul foto Kebudayaan Indonesia; I Gede Andika Permana, judul foto Budaya Penyatu Keragaman; Zulfa Rahma Aulia, judul foto Mataku Memang Buta Namun Hatiku Dapat Melihat Dunia Ini; Catarina Wijaya, judul foto Yuk Belajar; Deni Abdul Ghoni, judul foto Bagaimana Nasib Mereka; Gandhi Surya Buana, judul foto, Yang Terbentangkan, dan; Narpati Matui,  judul foto Istirahat Jam Pelajaran.

Selanjutnya, Avanindra Ramadhantyo Utomo dengan judul foto Terperosok; Fatih Al Hakim Hadiwarsa, judul foto Mengitari Candi Prambanan; Firah Rohimah Agma Putri, judul foto Anak Karyawan; Gede Arik Antara,  judul foto Perempuan Indonesia Perempuan Hebat; Salma Wafiqoh, judul foto Belajar, dan; Savita Denisa Syazwani, judul foto Indahnya Berbagi Ilmu.

Untuk Kategori Guru dimenangkan oleh Agustinus Satmoko Tody Putranto, judul foto Upacara di Sungai Unda; Munawar Kholil, judul foto Kuri-kuri: Tidak Ada Roda Rotan pun Jadi, dan;  Gatot Sukarno Putra,  judul foto TK Papua Lany Jaya.

Sementara itu, untuk Kategori Umum dimenangkan oleh Nyoman Hendra Adhi Wibowo dengan judul foto Membantu Penyandang Tunanetra; Idris Prasetiawan, judul fotoTetap Semangat Belajar, dan;Aceng Sofian, judul foto Jabiru Karya Taruna SMKN 12 Bandung.

Lomba foto Kategori Wartawan dimenangkan oleh Maman Sukiman dengan judul foto Semangat Belajar Siswa; Dian Rahmat Syahputra, judul foto Pohon Listrik Untuk Sekolah Terpencil, dan; Aditia Noviansyah, judul foto Surat untuk Presiden Jokowi. Adapun untuk juara favorit lomba foto dimenangkan oleh Mafa Yuli Ramadhani yang mengikuti lomba dengan judul foto Memohon Doa dan Restu Ibunda.

Pada lomba artikel terdapat tiga kategori yang dilombakan, yakni Opini Guru, Opini Umum, dan Karya Jurnalistik. Untuk Kategori Opini Guru dimenangkan oleh Dedy Iswanto dengan judul Penguatan Pelibatan DU/DI Dalam Pendidikan Kejuruan; Yogyantoro dengan judul Membumikan Pendidikan Karakter Sekolah, dan; Muhammad Nasrul Aba Nuen dengan judul Bahasa Inggris, Nasionalisme, dan Kurikulum Pendidikan Kita.

Kategori Opini Umum dimenangkan oleh Bimo Joga Sasongko dengan judul Memanggil Ilmuwan Balik Kandang; Donie Kadewandana dengan judul Pendidikan Karakter Generasi Z di Era Digital, dan; Yustin Setyo Widoretno dengan judul Link and Match Pendidikan Vokasi. Sedangkan untuk kategori Karya Jurnalistik dimenangkan oleh Taufik Hidayat dengan judul Suluh Pelajar Satu Atap di Lereng Slamet; Hermiana Englaningtyas Effendi dengan judul PAUD di Kampung Pengemis Saksi Bisu Pejuangan Akses Pendidikan untuk Kaum Pinggiran, dan; Melda Riani dengan judul Di Tanah Ombak, Mereka Belajar Seni dan Membangun.

Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada wartawan peduli pendidikan dan kebudayaan. Wartawan yang meraih penghargaan tersebut  adalah Sunardi dari Radio Republik Indonesia (RRI); Meisya Mohammad dari media daring JPNN; Ester Lince Napitupulu dari Harian Kompas; Umi Nur Fadhilah dari Harian Republika, dan; Dhita Setiawan dari Harian Pikiran Rakyat.

Pada kesempatan tersebut Inspektur Jenderal Kemendikbud, Daryanto, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal, sekaligus ketua penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras sehingga Pekan Pendidikan dan Kebudayaan ini dapat berlangsung dengan baik. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung berlangsungnya acara ini, dan mohon maaf apabila dalam penyelenggaraannya terdapat hal yang kurang berkenan,” tutup Daryanto dalam laporannya. *


Jakarta, 20 Mei 2017
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: www.kemdikbud.go.id
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 10330 kali