Melestarikan Karya Sastra Lisan Panji Melalui Festival Budaya   17 Juli 2017  ← Back



Kediri, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuka secara resmi Festival Nasional Budaya Panji di Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur , Minggu (16/7/2017). Festival Panji ini merupakan agenda tahunan yang sudah berlangsung sejak tahun 2005. Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) mendukung Pemerintah Kabupaten Kediri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upayanya melestarikan budaya panji melalui sebuah festival yang bisa dinikmati masyarakat Kediri maupun wisatawan mancanegara.

"Panji” merupakan kata yang cukup populer, dan memiliki makna  yang multitafsir, yaitu gelar kebangsawanan, bendera kebesaran, atau topeng/penutup wajah. Makna “Panji” dalam konteks Kebudayaan Jawa Timur menjadi sangat penting ketika difigurkan menjadi seorang tokoh legendaris bernama Asmarabangun atau Inu Kertapati yang bersanding dengan Galuh Candrakirana. Panji pun menjadi produk budaya berupa karya sastra lisan yang diceritakan dari waktu ke waktu. Kehadiran Cerita Panji dalam masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Kediri yang menjadi latar belakang dari Cerita Panji. Inilah yang kemudian membentuk adanya keterikatan emosional antara Panji dengan Kabupaten Kediri. Pemerintah Kabupaten Kediri pun merasa terpanggil dan berinisiatif untuk melakukan pelestarian Budaya Panji.

"Dari sudut tertentu, Cerita Panji bahkan dapat bersanding dengan dua epos, yaitu Mahabarata dan Ramayana, yang penyebarannya beriringan dengan agama Hindu di Jawa. Sehingga Cerita Panji menjadi sebuah alternatif atau produk budaya seniman Jawa pada masa itu terhadap dua epos tadi," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy saat pembukaan Festival Nasional Budaya Panji 2017 di Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (16/7/2017). Ia menambahkan, wilayah penyebaran Cerita Panji mencapai berbagai daerah di Nusantara hingga ke seluruh wilayah Asia Tenggara.

Mendikbud menuturkan, Panji adalah salah satu wujud kebudayaan, karena Panji menceritakan cerita rakyat di mana banyak terdapat nilai kebudayaan daerah tempat lahirnya Panji tersebut. "Jika mencermati Cerita Panji, terdapat banyak cerita dan petunjuk moral dalam hidup bersosial. Hal-hal tersebut berkaitan dengan penguatan jatidiri dan pembangunan karakter bangsa," katanya.

Ia mengatakan, Panji menceritakan religi dan kepercayaan masyarakat pada masa kerajaan, mata pencaharian rakyat, teknologi pada zaman itu seperti alat untuk berperang, pengetahuan di bidang pemerintahan seperti Raja, Patih, Penasihat Kerajaan dan siasat pertahanan dalam perang perebutan kekuasaan, serta organisasi sosial. "Karena Panji berhubungan erat dengan kebudayaan, maka Panji layak untuk dibahas dalam menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang kebudayaan," ujar Mendikbud.

Dalam sambutannya, Mendikbud juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kediri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, para seniman/budayawan, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelestarian Cerita Panji melalui Festival Nasional Budaya Panji. Ia berharap festival ini dapat menambah energi positif bagi kita semua untuk mengembangkan dan memanfaatkan warisan budaya secara bijaksana.

Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno mengatakan Festival Nasional Budaya Panji tahun ini digelar bersamaan dengan penyelenggaraan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri. Kedua kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai media promosi dan apresiasi seni dari Kabupaten Kediri maupun daerah lain. Tema Festival Nasional Budaya Panji tahun ini adalah Merajut Keharmonisan Nusantara dengan tagline "Panji Balik Kampung". "Diharapkan, festival ini menjadi sarana menghimpun kembali budaya Panji yang berakar di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Kediri, yang tersesat di berbagai wilayah nusantara untuk kita rangkai kembali menjadi lebih indah dan bermakna," katanya. Festival Nasional Budaya Panji akan berlangsung selama seminggu, dari tanggal 16 hingga 23 Juli 2017.

Acara pembukaan Festival Nasional Budaya Panji 2017 berlangsung dengan meriah. Pembukaan festival secara resmi ditandai dengan dipecahkannya sebuah kendi kecil oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. Acara lalu dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang menceritakan kisah Panji melalui sebuah drama tari yang sangat menarik dan meriah. Kemudian tampil parade budaya yang diikuti semua unsur masyarakat di Kabupaten Kediri, seperti kepolisian, perguruan tinggi, dinas-dinas dan perangkat daerah, melalui pawai mobil hias bertemakan Panji serta berbagai pertunjukan tarian tradisional. Selain itu selama seminggu penyelenggaraannya, Festival Nasional Budaya Panji juga akan diramaikan dengan beragam kegiatan, antara lain festival kuliner khas Kediri, pemutaran film, pameran seni rupa, pameran produk-produk unggulan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pameran pariwisata untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan di Kediri.  (Desliana Maulipaksi)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1957 kali