Program ADEM Dorong Anak-anak Papua Bangun Bangsa Indonesia  15 Juli 2017  ← Back

Yogyakarta, Kemendikbud -- Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal pemerataan kualitas pendidikan khususnya bagi anak-anak Papua dan Papua Barat terbaik serta daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) lainnya. Mereka disiapkan agar memiliki kemampuan belajar yang setara dengan sebagian besar anak-anak di pulau Jawa dan Bali.

Ke depan, diharapkan mereka memiliki kemampuan dan kompetensi untuk membangun negeri ini terutama daerah mereka sendiri. Sebanyak 350 siswa terbaik Papua dan 150 siswa terbaik Papua Barat dalam program ADEM tahun ini akan bersekolah di berbagai wilayah di pulau Jawa kecuali provinsi DKI Jakarta. Sedangkan 150 siswa yang berada di daerah 3T akan bersekolah di sekolah terbaik di ibukota provinsi mereka masing-masing.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyampaikan, siswa program ADEM ini bukan sekadar mengikuti program pemerintah melainkan sedang berjuang mengubah nasib bangsa Indonesia agar lebih baik di masa mendatang.

"Dimanfaatkan betul peluang ini untuk kesempatan kamu semua meningkatkan status sosial. Pemerintah sekarang sedang memperhatikan wilayah Indonesia timur terutama Papua," ujar Mendikbud saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Siswa Program ADEM Papua dan Papua Barat Kelas X Tahun Pelajaran 2017/2018 di SMA BOPKRI 1, Yogyakarta, Sabtu (15/7/2017).

Mendikbud mengimbau, para peserta program ADEM untuk menjaga adat dan kebiasaan di daerah penempatannya dan menghindari pengaruh-pengaruh negatif di daerah tersebut. "Mohon kamu menyesuaikan diri untuk tidak memaksakan membawa kebiasaan-kebiasaan di sana (daerah asal) yang kemungkinan tidak bisa diterima di lingkungan dimana kamu berada," tuturnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad mengungkapkan, sejak penyelenggaraan program ADEM lima tahun lalu terdapat dua angkatan yang telah lulus. Sebanyak 412 siswa lulus pada tahun pelajaran 2015/2016 dan 415 siswa lulus pada tahun pelajaran 2016/2017.

"Siswa yang tidak lulus karena sakit, tidak betah sehingga kembali ke tempat asalnya, dan meninggal dunia karena kecelakaan dan lainnya," kata Hamid.

Senada hal tersebut, Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, Andar Rujito mengatakan, tahun lalu siswa program ADEM di sekolahnya melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dan diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurutnya ini merupakan kebanggaan bagi sekolah dan inspirasi bagi siswa lainnya. "Kita peduli terhadap mereka karena kalau bukan kita siapa lagi," pungkas Andar. (AB)