Bagikan 885 KIP di Buleleng, Presiden Imbau Anak-anak Raih Prestasi di Kancah Internasional  26 September 2017  ← Back

Buleleng,  Kemendikbud -- Sebanyak 885 siswa dan warga belajar di Kabupaten Buleleng, Bali, menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden mengimbau, anak-anak di Buleleng khususnya penerima KIP agar mampu berprestasi di bidang apapun bahkan hingga tingkat internasional.

Presiden Jokowi menyampaikan, dua siswa asal Buleleng yang meraih prestasi di kancah internasional bulan Mei lalu di Los Angeles, Amerika Serikat, adalah bukti anak-anak Buleleng mampu meraihnya. Bagus Putu Satria dan Made Radikia, siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Bali Mandara ini berlaga di ajang Intel ISEF (International Science and Engineering Fair) 2017.

Mereka mampu bersaing dengan 78 negara peserta dan meraih prestasi Third Place Winner of Special Award (Juara Ketiga dalam Penghargaan Khusus) di ajang bergengsi tersebut. Mereka menciptakan inovasi Smart Digital Bsychrometer atau alat yang mampu memprediksi cuaca dalam radius 10 kilometer.

"Ini salah satu contoh anak-anak di Buleleng pintar-pintar," ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan KIP dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Kesenian Gede Manik, Buleleng, Bali, Selasa (26/9/2017).

Dalam upaya pemerataan akses pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membagikan KIP kepada 774 siswa yang berasal dari jalur pendidikan formal mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah. Tidak hanya itu, KIP juga diberikan kepada 111 warga belajar pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C di sekitar Kabupaten Buleleng, Bali.

Program Indonesia Pintar (PIP) hadir untuk membantu anak-anak secara personal agar dapat terus belajar hingga lulus jenjang pendidikan menengah. Siswa dengan jenjang Sekolah Dasar (SD) akan menerima bantuan dana sebesar Rp450.000 sedangkan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp750.000 serta jenjang SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar Rp1.000.000.

Tidak lupa Presiden Jokowi mengingatkan para siswa penerima KIP agar memanfaatkan dana yang diterima untuk keperluan sekolah, seperti membeli buku, seragam sekolah, sepatu, dan lainnya. Dia menegaskan kepada mereka untuk tidak membeli keperluan di luar keperluan sekolah, seperti pulsa dan lainnya.

Dalam kesempatan ini Presiden juga memberikan kuis-kuis dengan hadiah sepeda. Salah satu yang beruntung adalah Elisabeth Whitney, siswi kelas 4 SDN 2 Kaliasem yang berhasil menyebut Pancasila dengan lancar dan lengkap.

"Aku akan pakai untuk sekolah," ujar Elisabeth gembira sambil menenteng sepedanya yang bertuliskan "Hadiah Presiden Jokowi".

Putu Nuratni, salah satu penerima KIP mengungkapkan, dana PIP yang dia peroleh akan digunakan untuk membayar biaya sekolah. "Saya juga jadi termotivasi untuk berprestasi. Targetnya juara tiga di kelas," tutur siswi kelas XII SMK Nusa Dua Sawan itu.

Senada hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membenarkan, melalui KIP ini pemerintah ingin anak-anak Indonesia tidak putus atau berhenti bersekolah. Para penerima KIP, kata dia, harus betul-betul belajar dengan keras dan jangan takut bermimpi setinggi-tingginya untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya.

Mendikbud mengungkapkan, tantangan bangsa Indonesia di masa mendatang akan jauh lebih besar dibandingkan tangtangan saat ini. "Kita akan menjadi negara maju kuncinya ada di kalian semua," tutur mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Hadir bersama Mendikbud dalam kunjungan kerja mendampingi Presiden di Kabupaten Buleleng, Bali, Menteri Negara Sekretariat Kabinet Pramono Anung Wibowo, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dari Kemendikbud nampak hadir Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad dan Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrahman. (*)











Buleleng, 27 September 2017,
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 3675 kali