Masyarakat Jepang Apresiasi Film Indonesia di Osaka  09 Oktober 2017  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Respons positif diberikan warga Jepang terhadap film-film Indonesia yang diputar dalam Festival Film Indonesia (FFI) Osaka 2017 di Kota Osaka, Jepang. Masyarakat Jepang mengapresiasi lima film Indonesia yang diputar, yaitu Filosofi Kopi, Toba Dreams, Sepatu Dahlan, Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC 2), dan The Mirror Never Lies. Festival Film Indonesia di Osaka berlangsung pada tanggal 22 s.d. 24 September 2017.
 
Film-film yang diputar pada FFI Osaka 2017 merupakan film yang dipilih untuk menunjukkan berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat Indonesia kepada masyarakat Jepang. Misalnya, sisi kehidupan anak-anak Indonesia zaman dahulu secara inspiratif bisa dilihat dalam film Sepatu Dahlan. Kemudian kehidupan modern dan anak muda masa kini bisa dilihat dalam film Toba Dreams dan AADC 2. Film Filosofi Kopi memperlihatkan kecintaan Indonesia pada kopi, dan film The Mirror Never Lies memperlihatkan keindahan alam Indonesia.
 
Pemilihan film juga mempertimbangkan lokasi pengambilan gambar yang ditampilkan dalam film sebagai upaya promosi destinasi pariwisata Indonesia, yaitu Wakatobi (The Mirror Never Lies), Danau Toba (Toba Dreams), Pegunungan Ijen (Filosofi Kopi), dan Yogyakarta (AADC 2).
 
Pemutaran film pada FFI Osaka 2017 dilakukan di Cinemart Shinsaibashi, Osaka. Tahun ini, lebih dari 70 persen tempat duduk di sinema yang berkapasitas 104 kursi terisi. Bahkan, untuk film Filosofi Kopi dan AADC 2 terisi 100 persen. Lebih dari 90 persen total penonton adalah warga Jepang.
 
Pada FFI Osaka 2017 juga telah disebarkan angket kepada semua penonton, dengan jumlah angket yang kembali sebanyak 234 angket. Rata-rata 80 persen penonton yang menyaksikan film pada FFI Osaka 2017 menyatakan film-film yang ditayangkan masuk kategori “ sangat bagus” dan “bagus”. Sebanyak 48 persen penonton tersebut menyukai genre film sejarah atau budaya, sedangkan 26 persen penonton menyukai film laga atau action. Dari hasil angket tersebut, sebanyak 53 persen orang adalah penonton yang datang kembali (pernah atau selalu datang ke FFI Osaka), sedangkan sebesar 47 persen adalah penonton yang baru pertama kali datang ke FFI Osaka.
 
 
Festival Film Indonesia (FFI) Osaka 2017 merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka. Tahun 2017 merupakan penyelenggaraan FFI Osaka yang ke-6 kali oleh KJRI Osaka, sekaligus menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan bekerja sama dengan Pusbang Film Kemendikbud. KJRI Osaka melakukan promosi FFI Osaka dengan target prioritas penonton masyarakat Jepang. (Desliana Maulipaksi) 

Sumber : KJRI Osaka

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1730 kali