Antusiasme Siswa Sekolah Dasar terhadap Dunia Seni  08 November 2017  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Museum Basoeki Abdullah menggelar pameran bertajuk “LACAK!!! Pameran Dokumentasi Maestro Basoeki Abdullah”. Pameran yang digelar di Museum Basoeki Abdullah, Jakarta ini berlangsung mulai tanggal 7 hingga 22 November 2017. Pembukaan “LACAK” berlangsung pada Selasa (7/11/2017), dan dihadiri para tamu undangan, antara lain dari kalangan seniman, mahasiswa, guru, hingga pelajar sekolah dasar (SD) di Jakarta.

Siti Asyafiyah, adalah salah satu guru SD yang hadir ke acara pembukaan pameran bersama peserta didiknya. Guru kelas IV SDN Cilandak Barat 04 Pagi ini mengajak murid-muridnya untuk datang ke pameran. Selain untuk memenuhi undangan, Siti mengatakan ingin melihat antusiasme anak muridnya terhadap seni.

Ia menuturkan, sekolahnya mendapat undangan untuk hadir dalam pembukaan “LACAK”.  Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk mengenalkan seni rupa kepada anak-anak, terutama karya seni milik Basoeki Abdullah. “Tujuannya agar mereka lebih mengenal apa sebenarnya seni rupa itu. Dan apa itu mengarsipkan dokumen-dokumen. Jadi mereka bisa belajar dari situ,” katanya.

Siti juga menjelaskan bahwa di sekolah tempat ia mengajar, ada berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memotivasi kreasi seni muridnya. “Untuk di luar ruang kelas, ada ekstrakurikuler, misalnya Pramuka. Di dalamnya ada kegiatan membuat kolase, atau melukis dengan alat yang bebas. Kalau dalam ruang kelas, termasuk dalam Kurikulum 2013, ada yang namanya SBDP, yaitu Seni Budaya dan Prakarya,” jelasnya. Menurutnya, siswa di SDN Cilandak Barat 04 Pagi selalu antusias dengan kegiatan yang berhubungan dengan seni rupa.

Antusiasme siswa terhadap kegiatan seni juga diungkapkan sendiri oleh para siswa. “Senang. Karena kan bisa berkarya gitu,” ujar salah satu siswa bernama Zia, saat dimintai pendapatnya mengenai kegiatan seni di sekolah. Ketika ditanya mengenai ragam kegiatan seni yang disukai, Zia dan teman-temannya pun menjawab dengan semangat. “Misalnya membuat montase. Jadi ada latar belakang gambar, terus ditempel-tempel pakai daun-daun kering, ranting, dan tempelan buatan dari kertas origami, HVS, atau kertas koran, gitu,” ujar Zia dan teman-teman. Selain montase, beragam karya telah mereka buat, antara lain poster, kolase dan mozaik. (Bias Astrid Nurani/Desliana Maulipaksi)


Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1597 kali