Kemendikbud dan Pemerintah Provinsi Kaltara Luncurkan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia  12 Desember 2017  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meresmikan dimulainya implementasi program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia). INOVASI merupakan program kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia-Australia. Program ini difokuskan untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada bidang literasi, numerasi dan inklusif di jenjang pendidikan dasar.

Program ini akan diterapkan di Provinsi Kaltara, di dua kabupaten yaitu Bulungan dan Malinau. Pada tahap awal, program INOVASI difokuskan untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa pada pendidikan dasar. Pelaksanaan program akan memakai pendekatan program rintisan projek di 20 Sekolah Dasar (SD) terpilih dengan melibatkan 277 guru dan 2.500 siswa. Setelah program rintisan berhasil, program akan memberi manfaat kepada 244 SD, 2.379 guru dan 27.673 siswa di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau. Pendekatan ini bertujuan mendapatkan cara terbaik dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa yang sesuai dengan potensi lokal. Tidak tertutup kemungkinan hasil kerja bersama di sekolah program rintisan dikembangkan ke kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara.

Peluncuran program INOVASI ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Ka. Balitbang), Kemendikbud, Ir. Totok Suprayitno, Ph.D., dan Gubernur Kaltara Dr. Irianto Lambrie, serta disaksikan oleh Fleur Davies dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia - Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Selanjutnya komiten ini diperkuat dengan penandatangan kesepakatan antara Gubernur dengan Bupati Bulungan, H Sudjati, SH dan Bupati Malinau, Dr Yansen Tipa Padan, M.Si dalam mengimplementasikan program INOVASI.

Gubernur Irianto Lambrie menyambut baik kehadiran program INOVASI. Ia juga mendukung fokus awal program INOVASI untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas awal. Hal ini sesuai dengan salah satu misi Pemerintahan Provinsi Kaltara yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia, serta berdaya saing tinggi. “Kemampuan membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah merupakan pondasi dari belajar. Itu sebabnya keterampilan literasai harus dibangun sejak usia awal sekolah. Keterampilan ini diperlukan untuk mengembangkan diri, baik dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat,” tutur Irianto.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Ir. Totok Suprayitno, Ph.D., mengatakan, mewakili Kemendikbud menyampaikan apresiasi dan rasa bangga dengan dukungan dan kerjasama yang diberikan oleh Pemerintah di Provinsi Kaltara yang sangat berkomitmen untuk melakukan perubahan. Aplikasi nyata dari program INOVASI ini akan tampak dalam proses belajar mengajar di kelas, bukan dalam bentuk mendikte, namun menggali potensi lokal sehingga dapat memberi arah pola pengajaran bagi anak. “Tuntutan saat ini bukan seberapa banyak siswa yang belajar, tetapi seberapa kompeten mereka, agar mampu berperan penting dan unggul dalam pergaulan global,” jelasnya.

Program INOVASI, sejalan dengan budaya mutu yang menjadi fokus dari Kemendikbud dan Gerakan Nasional Literasi Bangsa (GNLB). Program INOVASI akan bekerjasama dengan guru, orang tua, kepala sekolah, pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan lainnya, dalam menemukan dan memahami cara-cara  untuk meningkatkan pembelajaran siswa, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi, numerasi dan memperhatikan kebutuhan siswa ABK di sekolah.

“Program INOVASI merupakan kemitraan penting antara Pemerintah Australia dan Indonesia. Kita telah bekerjasama selama lebih dari 10 tahun untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Kami percaya bahwa kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan manusia dan masyarakat, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif,” ujar Fleur Davies, Konselor Menteri Bidang Pembangunan Manusia, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia - Kedutaan Besar Australia di Jakarta. *









Jakarta, 12 Desember 2017
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 3125 kali