Chania Siswi Penerima KIP dan Cita-citanya  02 Januari 2018  ← Back

foto

Cilegon, Kemendikbud --- Seperti hari-hari biasanya, Chania Melani Putri (8) mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolahnya dengan ceria. Siswi kelas 3 SD Negeri Ramanuju Kota Cilegon tersebut antusias mengikuti senam pagi, pelajaran di kelas, dan latihan kepramukaan di sekolahnya.

"Saya senang pramuka, juga senang menggambar," kata gadis kecil berkulit sawo matang tersebut. Sayang, hari itu Chania tidak membawa hasil lukisannya.

Chania yang hobi menggambar itu bersemangat ketika ditanya cita-citanya kelak. "Saya ingin menjadi guru," katanya mantab.

Namun Chania mengakui sering risau apakah cita-citanya dapat tercapai kelak. Sebagai anak yatim yang tidak memiliki ayah, Chania dan keluarganya hidup dalam kemiskinan.

Ayah Chania meninggal ketika dirinya berusia tiga tahun. Saat ini ia tinggal bersama ibu dan kakaknya di rumah peninggalan ayahnya yang terletak di kawasan padat penduduk di Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon.

Ibu Chania, Sumarsih (42), sehari-hari berjualan bakso goreng di teras rumahnya untuk mencukupi hidup dirinya dan kedua anaknya. "Ya dari berjualan ini hanya cukup untuk makan sehari-hari, anak saya dua masih sekolah semua," tutur Sumarsih. Untuk menambah pemasukan, Sumarsih menyewakan salah satu kamar di rumahnya.

Di mata ibunya, Chania adalah anak yang rajin dan ceria. Setelah sekolah formal, pukul 14.00 ia belajar di madrasah diniyah tidak jauh dari rumahnya. Chania juga sering membantu ibunya berjualan, mengerjakan hal-hal kecil yang bisa ia kerjakan, seperti mengiris bakso, melayani pembeli, dan sebagainya.

Beruntung bagi Chania, tahun ini ia menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah. Ia turut hadir ketika Presiden Joko Widodo secara simbolis menyerahkan KIP kepada siswa-siswi yatim di Kota Cilegon, pada saat Hari TNI 2017, tanggal 5 Oktober tahun lalu.

Chania dan ibunya sangat bahagia menerima KIP dari pemerintah. "Sayang kakaknya belum menerima KIP, mudah-mudahan tahun depan bisa diusulkan. Bagi kami ini sangat berarti," kata Sumarsih.

Sumarsih berharap KIP dapat membantu Chania bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. "Ibu berharap beasiswa pemerintah bisa membantu mewujudkan cita-cita Chania menjadi guru," pungkas Sumarsih. (Nur Widiyanto).


Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1966 kali