Ini Kata Mendikbud tentang Media Sosial  02 Februari 2018  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mendikbud Muhadjir Effendy menyinggung tentang keberadaan media sosial (medsos). Ia menyambut baik penggunaan media sosial secara positif di kalangan pejabat maupun pegawai Kemendikbud. Menurutnya, para pejabat yang dilantik mungkin merupakan orang yang aktif menggunakan media sosial.

“Saya tidak melarang (pegawai) bermedia sosial, asal jangan waktu kerja,” katanya saat pelantikan pejabat di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, Jumat (2/1/2018).

Mendikbud mengaku sering mendapat laporan dari media sosial mengenai kondisi pendidikan dan kebudayaan. Bahkan melalui sebuah aplikasi percakapan di ponsel pintar, ia kerap menerima pertanyaan dari wartawan maupun menerima saran dan kritik dari masyarakat.

“Saya kira sekarang sudah sangat terbuka, sehingga menteri pun bisa di-whatsapp setiap saat. Sudah jadi tugas menteri untuk mendengarkan semuanya,” tuturnya.

Ia mengaku senang mendapat masukan dan laporan dari mayarakat melalui media sosial. “Kita menghargai masukan yang tulus dan nyata diniatkan untuk membangun pendidikan,” ujar Guru Besar Universitas Negeri Malang itu.

Sehari sebelumnya, Kamis (15/2/2018), Mendikbud menerima kunjungan dari seorang anak muda pegiat media sosial, Bayu Skak. Dalam pertemuan tersebut, Mendikbud mengungkapkan pendapatnya tentang media sosial. Ia menuturkan, saat ini media sosial menjadi suatu tren. Setiap ikon publik atau tokoh publik yang memiliki banyak pengikut (followers) di media sosial, memiliki dampak besar pula di media sosial.

“Oleh karena itu setiap tindakan kita di media sosial harus bijak juga. Karena sebagai ikon publik yang punya massa, kita turut berperan penting. Harus berhati-hati dalam berbicara, jangan sampai menyebarkan hoaks,” ujar Mendikbud. (Desliana Maulipaksi)


Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 638 kali