Pelaksanaan Ujian Nasional SMK Hingga Hari Terakhir Berjalan Lancar  09 April 2018  ← Back

Depok, Kemendikbud --- Pelaksanaan hari terakhir Ujian Nasional tahun 2018 jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berjalan dengan lancar. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penellitian dan Pengembangan (Kabalitbang), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno, saat memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1 Depok dan SMK Taruna Bhakti Depok, Jawa Barat, hari ini.
 
“Kami datang ke SMK di Depok ini bersama dengan Ketua BSNP dan Sekretaris Ditjen Dikdasmen untuk melihat pelaksanaan UN. Alhamdulillah tiga hari yang sudah dilalui berjalan dengan lancar,” tutur Totok saat memantau pelaksanaan ujian di SMK Negeri 1 Depok, Jawa Barat, Kamis (05/04/2018).
 
Ia menerangkan hanya sedikit kendala yang terjadi dalam pelaksanaan UNBK, yakni listrik padam. “Tetapi Alhamdullillah dengan kerjasama yang baik antara kepala dinas, kepala sekolah, dan PLN kendala tersebut dapat dengan cepat diatasi, sehingga tidak terjadi gangguan dalam pelaksanaan UNBK,” terangnya. 
 
Sedangkan untuk isu-isu terkait kebocoran soal UNBK, Totok menegaskan hal tersebut tidak ditemukan dilapangan. “Untuk itu saya berharap para siswa tidak terpengaruh dengan isu-isu kebocoran soal ini, karena UNBK prinsipnya setiap siswa akan mengerjakan soal yang berbeda-beda satu sama lainnya. Kalau ada 100 peserta ujian, maka akan ada 100 soal yang berbeda juga,” jelasnya.
 
Pada kesempatan ini juga, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi, menjelaskan pelaksanaan UN SMK untuk tahun ini berbeda dengan tahun yang lalu. Tahun lalu pelaksanaan UN terdapat uji kompetensi dan ujian teori. Sedangkan untuk tahun ini, pelaksanaan ujian hanya menguji teori kejuruannya saja, sehingga seratus persen teori diukur dari UN.
 
“Untuk kompetensi keahliannya diukur melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh satuan pendidikan bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) maupun Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” terangnya.
 
Ia mencontohkan pelaksanaan uji kompetensi yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 1 Depok. Sekolah tersebut telah bekerjasama dengan DUDI dari PT. Astra Internasional Tbk dan Mitsubishi. “Seperti yang dilakukan oleh SMK ini telah melakukan kerjasama dengan Astra dan Mitsubishi, sehingga uji kompetensi diakukan oleh mereka sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” jelasnya, 
 
Bambang berharap pelaksanaan UN SMK yang berkualitas dan berintegritas dapat memberikan pengakuan terhadap kualitas dari siswa SMK dalam dunia usaha dan dunia industri. “Jika pelaksanaan sudah berintegritas dan hasil yang berkualitas, maka pihak dunia usaha dan dunia industri akan mengakui kompetensi lulusan SMK,” pungkasnya.
 
Pelaksanaan UN SMK di Kota Depok sudah seratus persen diselenggarakan dengan UNBK, dengan jumlah peserta sebanyak 10.761 siswa, dan 124 sekolah. *
 
Depok, 5 April 2018
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 2559 kali