SMK Pelaksana Link&Match Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Dengan DUDI  30 Mei 2018  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mendorong kerja sama antara dunia usaha dengan SMK. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pemberian bantuan SMK Berbasis Industri/Keunggulan Wilayah bagi SMK pelaksana Link&Match dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), di Hotel Hariston, Jakarta, pada Rabu (30/05/2018).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, menyampaikan bahwa kerja sama dengan industri ini menjadi pilar utama dari indeks keberhasilan SMK dalam menjalankan amanat yang tertuang dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2016. “Indikator sukses SMK itu bukan nilai Ujian Nasional (UN), tetapi hanya satu yaitu semakin tinggi indeks kebekerjaannya dan berwirausaha, itulah SMK terbaik,” kata Hamid dalam sambutannya.

Oleh karena itu, Hamid menegaskan kepada seratus kepala SMK yang hadir untuk segera memiliki mitra kerja dan fokus pada bagaimana alumni SMK bisa bekerja atau berwirausaha. “Mohon betul kepada para kepala sekolah, fokuskan semua upaya dan energi kita bagaimana lulusan-lulusan SMK pada tahun pertama itu bisa terserap di dunia kerja minimal 80 persen atau berwirausaha. Jadi kalau Bapak/Ibu kepala SMK yang belum punya partner, saya kira sudah harus melakukan upaya untuk itu,” tegas Hamid Muhammad.

Sejalan dengan itu, Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Tenaga Kerja, Miftahudin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah waktu yang tepat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat antara SMK dan industri. “Tantangan ke depan memang lebih turbulence dan membutuhkan kolaborasi semua pihak karena ke depan tidak ada lagi istilah pekerja kasar, tetapi pekerja yang terampil dan pekerja yang tersertifikasi mengingat perubahan itu semakin cepat dan semakin tidak terduga,” ungkapnya.

KADIN dan APINDO sebagai entitas pengguna lulusan SMK, memiliki kepentingan dalam mewujudkan link&match guna memastikan ketersediaan SDM yang kompeten untuk mendukung keberlangsungan bisnisnya.

Sebagai langkah awal, Direktur Pembinaan SMK, Bakrun, melaporkan program ini telah dilaksanakan secara bersama antara SMK di Kabupaten Karawang dengan industri anggota KADIN dan APINDO yang berikutnya akan segera diikuti oleh 16 wilayah di Indonesia pada tahun 2018. Program ini membentuk kelompok kerja sesuai dengan bidang keahlian yang ada di SMK.

Untuk itu, KADIN dan APINDO merekomendasikan SMK Negeri 2 Karawang dan SMK Wirasaba sebagai koordinator penghubung bagi SMK lain untuk melaksanakan program link&match. Kedua SMK ini diberikan bantuan oleh Direktorat Pembinaan SMK masing-masing sebesar Rp200juta guna memfasilitasi penyusunan program bersama dengan industri mitra.

Miftahudin berharap kedua SMK ini dapat menjadi model dan pemicu bagi SMK lainnya di 16 wilayah dalam mewujudkan kemitraan antara industri dan SMK. ”Harapannya nanti kedua SMK ini bisa di copy oleh SMK lain sehingga nanti pihak Kementerian dapat mengekspansi di 16 wilayah lainnya,” kata Miftah. (*)


Jakarta, 30 Mei 2018
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman : www.kemdikbud.go.id
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 3762 kali