Kongres Kebudayaan: dari Pertunjukan Seni, Kuliah Umum, hingga Debat Publik  07 Desember 2018  ← Back

 

 

Jakarta, Kemendikbud --- Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 berusaha memfasilitasi semua bentuk ekspresi budaya dengan tema yang beragam. Sejak dimulai pada Rabu, 5 Desember 2018, Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) menghadirkan berbagai pertunjukan seni, kuliah umum, pidato kebudayaan, debat publik, hingga forum penyampaian pendapat. Kemudian untuk gelar musik, ada Musik Trotoar yang diisi oleh musisi jalanan dan pertunjukan musik setiap malam. Ada juga fasilitasi untuk seni visual, salah satunya melalui pembuatan mural oleh 30 seniman.

“Tidak semua orang mampu mengekspresikan pikirannya lewat tulisan atau pidato. Karena itu kami pun memberikan kesempatan ekspresi budaya untuk disampaikan dengan cara-cara lain,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid.

Untuk pertunjukan seni, KKI 2018 menghadirkan beragam pertunjukan musik di panggung utama, yaitu Panggung Kubah Bambu. Beberapa musisi yang tampil antara lain Mollucca Bamboowind Orchestra, kelompok musik dari Maluku; Jakarta City Philharmonic, sebuah orkestra profesional; dan kelompok musik Kua Etnika dari Yogyakarta. Selain itu juga akan digelar Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Dewi Ruci Bima Suci oleh Ki Anom Suroto. Kemudian ada juga pertunjukan keliling yang diisi dengan Kabasaran, Barongsai, dan Bambu Biak.

Dalam sebuah Kuliah Umum, hadir Peneliti Lembaga Eijkman, Herawati Sudoyo, membahas tentang Asal-Usal Genetik Manusia.  Menurutnya, Indonesia adalah jembatan penghubung antara Asia dan Pasifik sehingga persilangan migrasi terjadi di Nusantara. “Kesamaan DNA orang Indonesia banyak ditemukan di kawasan Meghalaya, tepatnya Suku Khasi di India Utara,” ujarnya di Graha Utama Kemendikbud, Kamis (6/12/2018).

Sementara itu, di area Lapangan Futsal Kemendikbud, berlangsung diskusi tentang Pengelolaaan Kekayaan Intelektual Komunal. Ada tiga pembicara yang hadir, yaitu Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Agus Sardjono; Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ary Juliano Gema; dan Ahli Forensik dan Pegiat PengobatanTradisional, Agus Purwadianto. Dalam diskusi tersebut, para pembicara sama-sama menyepakati bahwa dibutuhkan aturan yang jelas mengenai pengelolaan Objek Pemajuan Kebudayaan. Aturan tersebut bisa berupa peraturan pemerintah (PP) yang menegaskan pembagian keuntungan dari pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan. Selain itu perlu juga kerja sama lintas profesi untuk bersama-sama memajukan kebudayaan Indonesia.

Di Kuliah Umum lain, hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998 yang membahas tentang Peningkatan Sastra dan Budaya Daerah: Kasus Naskah dan Panji dalam Kongres Kebduayaan Indonesia. Dalam kuliahnya, Wardiman mengatakan, penyebaran naskah dan cerita Panji di Asia Tenggara dipengaruhi oleh ekspansi yang dilakukan Kerajaan Majapahit di masa terdahulu. Akibat penyebaran itu, masyarakat di Asia Tenggara menyukai dan memiliki cerita Panji dengan ciri khas masing-masing. Menurutnya, Naskah dan Cerita Panji saat ini bisa dikembangkan dengan tiga cara, yaitu memanfaatkan teknologi melalui siaran televisi/media sosial; meningkatkan ekonomi para pengrajin topeng/perlengkapan pertunjukan Panji lainnya; dan menjadikan lakon Panji sebagai salah satu daya tarik pariwisata Indonesia.

Kegiatan menarik lain di KKI 2018 ada Pameran Suara-Suara Bahasa yang menampilkan manuskrip, sastra, dan tradisi lisan yang hidup dan berkembang di Indonesia. Terkait dengan posisi Indonesia sebagai negara bahari, KKI 2018 menggelar Pameran Pengetahuan Tradisional Perihal Waktu. Pameran ini dikuratori seorang arkeolog yang berpengalaman mengekplorasi pameran publik sebagai salah satu cara menyampaikan pengetahuan budaya. Di pameran ini, pengunjung bisa memperoleh pengetahuan tradisional Indoensia perihal posisi waktu sebagai pengetahuan yang mendasari identitas budaya khatulistiwa yang bersifat bahari. (Desliana Maulipaksi)


Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 249 kali