Belajar Bermain Angklung di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019   16 Februari 2019  ← Back

Depok, Kemendikbud --- Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019, telah berakhir pada Rabu, (13/2/2019), di Pusdiklat Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Sebagai pembuka kegiatan di hari terakhir pelaksanaan RNPK 2019 terdapat kegiatan bermain angklung bersama. Para peserta dipinjamkan angklung yang terdiri dari berbagai nada. Permainan ini dipimpin Teh Lia, dari Saung Angklung Udjo. Saung Angklung Udjo merupakan sebuah komunitas budaya dengan misi pelestarian budaya, khususnya kebudayaan Sunda, yakni alat musik tradisional angklung. “Musik angklung merupakan alat musik yang harus kita lestarikan karena merupakan warisan asli Indonesia," ujar Teh Lia. Peserta RNPK 2019 sangat antusias mengikuti instruksi dari Teh Lia. Sebelum memulai memainkan lagu, peserta diajarkan terlebih dahulu bagaimana cara memegang angklung. Cara pertama untuk memainkan angklung adalah mengetahui cara memegangnya. Kita bisa melihat dari posisi tabung angklung, di mana tabung tinggi dipegang oleh tangan kanan dan tabung pendek dipegang oleh tangan kiri. Selanjutnya peserta diajarkan untuk membaca kode tangan yang digunakan untuk memainkan tangga nada. Setiap angklung memiliki tangga nada yang berbeda, dan diberi nomor pada angklung untuk memudahkan peserta. Peserta yang terdiri dari pejabat Kemendikbud dan perwakilan pemerintah daerah dipandu untuk memainkan lagu Kasih Ibu, Ayah, Bunda, dan Tanah Airku. Permainan musik angklung dinilai tidak hanya dapat melestarikan budaya Indonesia namun dapat juga menjadi media untuk membentuk karakter kepemimpinan dan kebersamaan. “Terlihat dari lagu yang dimainkan, bapak dan ibu saling mengerti kapan waktunya membunyikan dan berhenti dan dapat menjadi salah satu alat musik yang dimainkan di sekolah," tutur Teh Lia. Dalam acara RNPK 2019 turut tampil Mutu Chamber Bamboo Orchestra dari SMK TI Muhammadiyah Cikampek. Orkestra yang membawakan lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia juga diiringi musik yang menggunakan angklung. Angklung merupakan alat musik yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia pada 16 November 2010. Penetapan warisan budaya UNESCO ini dapat sewaktu waktu dicabut apabila tidak dilestarikan dan dijaga. “Mudah mudahan dengan acara ini, angklung dapat terus terjaga dan terpromosikan dan semoga angklung dapat membantu memajukan pendidikan dan kebudayaan," kata Teh Lia. Ungkapan serupa juga disampaikan salah satu pemain angklung Mutu Chamber Bamboo Orchestra, Rosifa Nurul Fazrin. "Kebudayaan adalah aset negara yang paling berharga sehingga perlu dilestarikan dan pemajuan kebudayaan sangat penting," ujarnya. Upaya pemajuan kebudayaan melalui pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan masyarakat indonesia yang berdaulat dan berkepribadian dalam kebudayaan salah satunya dengan melestarikan seni musik angklung. (Uswatun Hasanah/Desliana Maulipaksi)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 453 kali