Kemendikbud Dorong Sekolah Swasta Miliki Keunggulan Khusus  21 Februari 2019  ← Back



Jakarta, Kemendikbud --- Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Didik Suhardi, mendorong sekolah-sekolah swasta mengembangkan keunggulan khusus yang berbeda dari sekolah lainnya. "Sekolah swasta harus berbenah. Belajarlah dari sekolah-sekolah swasta yang bagus, kita harus menghargai sekolah-sekolah swasta favorit tersebut, dan belajarlah dari mereka," kata Didik Suhardi dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU), di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan sekolah swasta, menurut Didik, adalah pendidikan karakter. Sekolah swasta yang benar-benar memperhatikan pendidikan karakter, dapat menjadi daya tarik bagi orang tua siswa menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. Begitu juga sekolah berbasis pondok pesantren, dapat dikembangkan sebagai keunggulan khusus.
 
Bagi pengelola sekolah menengah kejuruan (SMK), Sesjen Kemendikbud berharap mereka mengembangkan jurusan-jurusan yang memiliki peluang kerja yang besar bagi lulusannya. Didik menyebut ada sejumlah jurusan yang sudah jenuh di pasar kerja. "Misalnya lulusan bisnis dan administrasi. Tiap tahun lulusan jurusan ini lebih dari 120 ribu, sedangkan yang terserap dunia kerja hanya antara 12 hingga 13 ribu," kata Sesjen Kemendikbud.

Sementara itu, banyak jurusan-jurusan yang sangat banyak dibutuhkan di dunia kerja, namun belum banyak SMK yang membuka jurusan-jurusan tersebut. "Misalnya jurusan pengelasan atau welding, terutama sea welding atau underwater welding, itu pekerjaan yang sangat spesial, sangat dibutuhkan namun jumlah lulusan jurusan ini sangat sedikit," kata mantan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kemendikbud tersebut.

Didik menambahkan bahwa prioritas pemerintah adalah mengembangkan SMK di bidang industri kreatif, ketahanan pangan, kemaritiman, dan pariwisata. "Saat ini sudah ada SMK yang unik, SMK khusus kopi sudah ada. Begitu juga SMK-SMK yang mendidik siswanya tidak hanya menjadi pegawai namun wiraswasta, seperti jurusan boga, otomotif, dan lain-lain," ujar Didik Suhardi. (Nur Widiyanto)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1079 kali