Kemendikbud dan BNN Berikan Pembekalan Bahaya Narkoba Kepada 800 Siswa dan Guru SMP  27 Maret 2019  ← Back


Semarang, Kemendikbud —- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan pembekalan tentang bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang kepada 800 peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP), terdiri dari 720 siswa SMP dan 80 guru pendamping. Pembekalan tersebut merupakan bagian dari kegiatan KKP yang berlangsung di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/03/2019).


“Dalam kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar Siswa SMP kita mengundang BNN untuk memberikan pembekalan bahaya tentang bahaya narkoba, sebagai upaya pencegahan masuk ke lingkungan sekolah,” terang Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMP, Maulani Mega Hapsari, yang hadir mewakili Direktur Pembinaan SMP dalam acara tersebut.


Mega mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan Kemendikbud untuk menyosialisasi bahaya narkoba. “Direktorat Pembinaan SMP mempunyai kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter. Dalam berbagai lomba dan festival, serta olimpiade, selalu kita tekankan kepada peserta didik tentang bahaya penggunaan narkoba,” jelasnya.


Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan materi dari BNN, peserta didik lebih mempunyai pengetahuan yang lebih tentang bahaya narkoba. “Anak-anak kita harus berani katakan tidak untuk narkoba, dan pintar mencari pergaulan di masyarakat yang lebih sehat,” ucap Mega.


Kepala Seksi Pendidikan, Direktorat Advokasi, Deputi Bidang Pencegahan, BNN, Eva Fitri Yuanita, yang mewakili BNN dalam memberikan pembekalan kepada peserta KKP, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kawah Kepemimpinan Pelajar bagi Siswa SMP tahun 2019 yang memberikan ruang dan waktu untuk menyosialisasikan bahaya penggunaan narkoba.


“Kami mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, memberikan waktu untuk mensosialisasikan bahaya narkoba,” ucap Eva.

Ia mengatakan, kegiatan KKP ini perlu dilakukan dengan memasukkan pembahasan bahaya narkoba. “Pencegahan masuknya narkoba ke sekolah penting dilakukan, khususnya kepada siswa SMP yang masih mencari-cari jati diri. BNN mulai menyentuh hal tersebut. Kita imbangi dengan pendidikan peningkatan karakter anak,” jelas Eva.

BNN, kata Eva, sejak tahun 2013 membuat buku untuk pegangan siswa, termasuk jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK. Selain itu, melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. “Kita tidak hanya memberikan materi tentang bahaya narkoba, tetapi juga memberikan materi yang lebih mengena dan diingat siswa. Seperti kalau adik-adik pakai narkoba, yang kena dampaknya nanti adalah mimpi, cita-cita dan keinginan kamu akan hancur. Jadi yang ditekankan kepada para siswa adalah ketahanan diri mulai dari kemauan untuk menolak jika ada yang menawarkan narkoba di lingkungannya,” imbuhnya.


Ia menambahkan, pencegahan dapat dilakukan melalui orang tua, individu siswa, dan lingkungan sekolah, termasuk guru dan tenaga kependidikan. “BNN juga berkerjasama dengan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud untuk membuat bimbingan teknis guru dan tenaga kependidikan terkait pencegahan narkoba,” ucapnya.


Sementara itu, Ghaliyh Rayhan Adz-Dzikra, siswa kelas 8, SMP Negeri 3 Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengatakan pembekalan pencegahan narkoba di kalangan siswa sangat baik dan bermanfaat. “Sosialisasi ini sangat baik dan bermanfaat bagi kami. Dengan mendapatkan ilmu yang berikan narasumber dari BNN, saya akan mulai membatasi pergaulan dan tidak terlalu bebas. Saya juga akan menularkan pengalaman yang saya dapat ini kepada teman-teman saya di sekolah maupun lingkungan rumah saya agar berani katakan tidak jika ada orang yang memberi sesuatu, apa lagi memberi dengan cara dipaksa,” terangnya.

Sedangkan M. Ilham Aufa, siswa dari SMP Negeri 2 kudus, yang juga ketua OSIS, mengatakan upaya pencegahan menurutnya harus dimulai dari individu masing-masing. “Kita pertebal ilmu agama, pengetahuan bahaya narkoba, dan memilih lingkungan yang bagus. Setelah dari acara ini, melalui berbagai kegiatan OSIS dan kegiatan lainnya saya akan sampaikan bahaya narkoba, dan kita harus hindari narkoba,” tegas Ilham. *





Semarang, 26 Maret 2019
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: www.kemdikbud.go.id
Sumber : Nomor: 109/Sipres/A5.3/HM/III/2019

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 418 kali