Tinjau Dampak Banjir Ponorogo, Mendikbud Ingatkan Pengelolaan Drainase Sekolah  12 Maret 2019  ← Back

Ponorogo, Kemendikbud— Pengelolaan drainase sekolah menjadi perhatian khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat meninjau Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sekolah kejuruan ini merupakan salah satu sekolah yang terdampak bencana banjir di provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu (5.3.2019).

“Ini ternyata SMK sudah langganan banjir tiap tahun, tapi pengelolaan sekolah masih kurang tanggap,” ujar Menteri Muhadjir saat meninjau SMKN 2 Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (12.3.2019). Sehingga, lanjut Mendikbud, pengelolaan drainase atau gorong-gorong di depan sekolah harus diperhatikan.

Guna mempercepat pemulihan, Mendikbud merencanakan untuk berkoordinasi terkait pemberian dana bantuan dengan Dinas Pendidikan terkait. “Ini akan kami cek untuk pemberian dananya supaya kami dari pusat dapat membantu apa saja, dan juga pemerintah provinsi juga dapat mengakomodir dana untuk ditarik juga kesini,” jelasnya.

Usai peninjauan, Haryono, Kepala Sub Direktorat Sarana Prasarana Kelembagaan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbud, menjelaskan terdapat bantuan Kemendikbud untuk peralatan dan ruang praktek siswa. Terdapat 2.000 paket peralatan bantuan untuk seluruh Indonesia, dengan berdasarkan analisa skala prioritas bantuan.

“Tahun 2019 itu ada bantuan Kemendikbud untuk peralatan dan teknis yang diberikan bagi yang memenuhi kualifikasi,” ujarnya. Adapun rincian bantuan, ujar Haryono, terbagi ke dalam paket bantuan. “kalau peralatan itu perpaket itu 100 juta,” ujarnya.

Saat memberikan bantuan, setiap sekolah tidak terbatas pada satu paket bantuan. “Pemberian bantuan bisa berupa dua paket untuk satu sekolah berdasarkan analisa kebutuhan tiap satuan pendidikan,” jelas Haryono. Terkait pemulihan pasca banjir, Haryono mengungkapkan pemberian bantuan akan dilakukan dengan berdasarkan analisa proposal yang diberikan.

“Mendikbud sudah menginstruksikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dampak banjir berdasarkan prioritas kebutuhannya,” jelasnya. Saat memberikan bantuan, Kemendikbud akan menganalisa kebutuhan bantuan berdasarkan proposal yang disampaikan sekolah.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Ponorogo memiliki empat jurusan, yaitu Perhotelan dan Jasa Pariwisata; Teknik Komputer dan Jaringan; Tata Kecantikan dan Tata Busana, dan; Kuliner. Sekolah ini memiliki 39 kelas dengan rombongan belajar sebanyak 33 siswa di tiap kelas. Secara keseluruhan, jumlah siswa sebanyak 1.083 siswa. Sekolah terdampak banjir seusai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, yakni pada tanggal 5 Maret 2019. Secara pandangan mata, kerusakan terdapat pada alat praktek jurusan Tata Boga dan Perhotelan. Proses pencatatan aset sekolah yang terkena dampak banjir masih berlangsung karena masih dilakukan proses pembersihan ruang sekolah dan praktek.*(GG)

Ponorogo, 11 Maret 2019
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber : Siaran Pers BKLM, Nomor: 086/Sipres/A5.3/HM/III/2019

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 69 kali