Peserta KBKM Tertantang Jadi Garda Terdepan Pemajuan Kebudayaan  24 Juli 2019  ← Back



Sleman, Kemendikbud --- Para peserta Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) Tahun 2019 menyatakan bersemangat dan merasa tertantang untuk menyumbangkan ide-ide dan karya, serta menjadi garda terdepan untuk memajukan kebudayaan Indonesia. "Tertantang untuk berkarya demi kebudayaan kita, acara KBKM ini sebagai langkah awal saja," kata Nazri Adlani, salah satu peserta dari Bandung, ketika ditemui di Bumi Perkemahan Candi Prambanan Sleman, Selasa (23/7/2019).

Dalam KBKM tahun ini, Nazri dan teman-temannya menawarkan proposal untuk kajian tentang tantangan generasi muda dalam ekosistem kerajinan di daerah Jawa Barat. "Kami ingin meneliti bagaimana peran dan kendala-kendala generasi muda dalam kontribusinya untuk kerajinan di suatu daerah, penelitian kami mengambil tempat di Rajapolah Tasikmalaya," kata Nazri.

Mira Nofrika Sari, peserta dari Riau, bangga bisa terpilih menjadi bagian dari KBKM. Ia dan teman-temannya ingin menyumbangkan karya untuk kebudayaan Indonesia. "Kami ingin menyumbangkan karya, untuk melestarikan sastra Melayu, menggabungkan buku-buku dalam bahasa Melayu dengan tautan-tautan digital," kata Mira.

Mira dan tiga orang temannya sedang mempersiapkan presentasi untuk purwarupa (prototype) yang mereka rancang. "Yang kami tawarkan ini untuk melengkapi buku-buku terutama dalam bahasa Melayu, dengan tautan ke video atau gambar yang dibuka dengan gadget, jadi informasinya menjadi kaya dan menarik," kata Aida Alviani, rekan sekelompok Mira.

Perwakilan dari Provinsi Banten juga menunjukkan semangatnya menyumbangkan karya mereka. Faqih Febrianto, Shafna Utami, dan Siti Rizqiah baru saja mempresentasikan purwarupa mereka, yaitu buku mewarnai untuk memperkenalkan cerita rakyat. "Jadi ini terutama untuk anak-anak PAUD dan SD, mereka diperkenalkan dengan cerita-cerita rakyat dengan aktivitas yang menyenangkan seperti mewarnai," kata Faqih.

Penelitian Faqih dan teman-temannya mereka uji coba ke anak-anak di sekitar rumah mereka di Pandeglang Banten. "Sudah diuji coba dan hasilnya menggembirakan. Kami coba ke adik-adik kami, mereka menyukainya," kata mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA tersebut. (Nur Widiyanto)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1015 kali