SMKN 6 Yogyakarta, Pengampu Bidang Patisserie and Confectionery di LKS 2019  11 Juli 2019  ← Back



Yogyakarta, Kemendikbud --- Dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tahun 2019, setiap bidang lomba didampingi SMK pengampu yang membantu panitia dan peserta selama penyelenggaraan LKS. SMK Negeri 6 Yogyakarta merupakan SMK pengampu bidang lomba Patisserie and Confectionery. Kepala SMKN 6 Yogyakarta, Wiwik Indriyani mengatakan, sekolah yang dipimpinnya itu menjadi salah satu SMK yang masuk dalam program Revitalisasi SMK dari Kemendikbud sejak tahun 2017, sehingga punya tanggung jawab juga untuk ikut menyukseskan LKS 2019.

Wiwik berharap SMKN 6 Yogyakarta bisa menjadi representasi SMK Pariwisata dan salah satu contoh dalam pengelolaan laboratorium atau manajemen sekolah. "Kebetulan kita juga ada jurusan pastry atau kuliner. Secara alat kita sangat lengkap. Kemudian untuk sarana dan prasarana secara bertahap dibantu oleh Kemendikbud sehingga bisa ikut menyukseskan penyelenggaraan LKS SMK 2019," ujarnya di gedung SMKN 6 Yogyakarta, Kamis (11/7/2019).

Ia menuturkan, sebelum pelaksanaan LKS 2019 Kemendikbud sudah melakukan survei ke beberapa SMK Pariwisata. Selain status SMK yang masuk dalam program revitalisasi, pertimbangan lain adalah lokasi sekolah yang strategis. SMKN 6 Yogyakarta juga menjadi sekolah yang mulai tahun ini menerapkan kurikulum berstandar ASEAN, yaitu Common ASEAN Tourism Curriculum (CATC) sehingga bisa dijadikan sebagai percontohan nasional. "Karena LKS ini kan kegiatan nasional. Ada 21 peserta dari 21 provinsi untuk bidang lomba pastry ini," tuturnya.

Menurut Wiwik, bidang pastry membutuhkan kriteria yang sangat spesifik, antara lain dalam hal suhu ruangan. "Suhu ruangan harus terjaga betul antara 13 sampai 15 derajat sehingga yang bisa berada di dalam hanya peserta dan juri," katanya. Namun, pihaknya juga memfasilitasi pengunjung yang ingin melihat proses lomba dengan menyediakan fasilitas multimedia berupa live streaming atau siaran langsung yang bisa disaksikan dari luar ruang lomba. Pengunjung juga bisa melihat produk makanan yang sudah selesai dikerjakan peserta di sebuah ruangan khusus dengan tata hidang yang apik.

Jika jenuh menunggu, mereka bisa menikmati bahan bacaan di pojok gedung sekolah, atau berkunjung ke pameran di gedung Hotel Edotel yang dikelola sekolah.
Di sudut-sudut tertentu disediakan literasi atau pojok baca untuk pembimbing dan pengunjung. Ada juga mini pameran kewirausahaan di Hotel Edotel yang dikelola secara mandiri oleh sekolah. Di pameran terdapat food carving, pameran busana, dan pameran hasil karya anak-anak dari berbagai kompetensi.

"Jadi mereka datang ke sini tidak hanya melihat lomba. Kita tunjukkan SMK Pariwisata itu seperti apa sekaligus sebagai sarana promosi. Alhamdulillah semua komponen kita libatkan. Anak-anak kita libatkan juga, seperti menjadi helper untuk peserta, atau menjadi pemandu untuk pengunjung," tutur Wiwik.

Keikutsertaan SMKN 6 Yogyakarta di LKS 2019 tidak hanya sebagai SMK pengampu. Mereka juga mewakili Provinsi Yogyakarta sebagai peserta LKS 2019 untuk lima bidang lomba, yaitu Hairdressing, Beauty Spa, Fashion Technology, Patisserie and Confectionery, dan Restaurant Service. "Sehingga guru kami semua tersebar, membimbing. Kamu juga punya stan unggulan produk teaching factory boga di pameran provinsi dan dua stan di pameran kuliner di JEC. Itu peran serta kami dalam menyukseskan LKS 2019," ujar Wiwik. (Desliana Maulipaksi)
 

Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1600 kali