Kemendikbud Kembali Gelar Kejuaraan Sepakbola Gala Siswa Indonesia Tingkat Nasional  11 Oktober 2019  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kembali menggelar kompetisi sepak bola jenjang pendidikan SMP, Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat nasional tahun 2019. Kompetisi ini diikuti siswa dari 34 provinsi se-Indonesia, berlangsung pada tanggal 8 s.d. 19 Oktober 2019.

“Tahun 2019 ini kita kembali menyelenggarakan Gala Siswa Indonesia, kejuaraan sepak bola tingkat SMP, yang kedua kalinya, setelah tahun lalu kita berhasil melaksanakan. Penyelenggaraan GSI memiliki landasan hukum yang sangat kuat yaitu berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2019,” terang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka Gala Siswa Indonesia jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Nasional Tahun 2019, di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Mendikbud berharap agar para siswa yang berlaga dalam pertandingan ini bisa menunjukkan bakat dan permainan terbaik mereka. Pemenang kejuaraan ini akan mendapatkan kesempatan berlatih sepak bola dari klub terkenal di luar negeri. “Satu lagi pesan saya, jaga sportivitas, junjung tinggi kejujuran, bermainlah dengan cerdas, tunjukkan bahwa anak-anak SMP Indonesia bisa diandalkan bermain sepak bola,” kata Mendikbud.

“Seperti tahun lalu, akan saya minta yang nanti menjadi juara untuk mendapatkan kesempatan berlatih ke luar negeri, mengikuti pelatihan di beberapa klub sepak bola yang terkenal baik di Asia maupun di Eropa. Mudah-mudahan nanti bisa berjalan dengan baik. Karena itu, kalau ingin Anda semua berangkat keluar negeri untuk mengikuti pelatihan khususnya di klub-klub terkenal, jadilah juara pada kesempatan kali ini”, imbuh Mendikbud.

Penyelenggaraan GSI, kata Mendikbud, harus menjadi titik balik dunia persepakbolaan Indonesia. Namun harus disadari bahwa kerja sama antar instansi sangat penting untuk pembinaan bibit-bibit unggul di bidang persepakbolaan. “Harapan besar saya untuk event GSI ini akan bisa terdeteksi talenta-talenta hebat yang memiliki bakat istimewa di bidang persepakbolaan. Tapi memang Kemendikbud tidak mungkin berjalan sendirian. Oleh karena itu, harapan kami agar pihak Kemenpora akan memberikan dukungan. Begitu pula dengan KONI dan PSSI,” tutur Mendikbud.

“Saya berterima kasih kepada PSSI dan KONI yang selama ini telah bekerja sama dengan baik. Berdasarkan pengamatan saya, tahun ini pelaksanaannya jauh lebih rapi, dan saya berharap akan muncul talenta-talenta yang terdeteksi dan bisa dibina selanjutnya,” ucap Mendikbud.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi, mengungkapkan, penyelenggaraan GSI dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tingkat sekolah, kemudian tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, dan tingkat provinsi. “Pada tingkat kecamatan di ikuti oleh 2.524 kecamatan, dengan jumlah pertandingan sebanyak 3.517 kali. Kemudian, yang lolos bertanding di tingkat kabupaten yaitu sebanyak 268
tim dengan jumlah pertandingan sebanyak 1.351 kali, yang lolos di tingkat kabupaten kemudian maju ke pertandingan tingkat provinsi dengan jumlah pertandingan sebanyak 335 kali. Jumlah sekolah yang terlibat dalam GSI sebanyak 11.723 sekolah, dengan melibatkan 122.979 siswa. Jadi yang sudah datang ke Jakarta ini adalah mereka yang terbaik di antara yang terbaik”, tutur Didik.

Pertandingan GSI tingkat nasional dilaksanakan di dua lapangan, yakni di stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, dan stadion Cendrawasih Cengkareng, Jakarta Barat. “Saya berharap pelaksanaan GSI ini dapat menumbuhkan talenta-talenta yang luar biasa dan maju bersama memajukan persepakbolaan Indonesia,” pungkas Didik.