Atdikbud Paris Gelar Seminar Siapkan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045  21 November 2019  ← Back

Paris, Kemendikbud --- Dalam rangka memanfaatkan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Prancis melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan seminar bertajuk “Menyiapkan Generasi Emas Menuju Indonesia Emas 2045” di kantor KBRI, Prancis, Minggu (17/11). Seminar ini menghadirkan peserta dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Paris, Praktisi Pendidikan, dan Diaspora Indonesia di Paris.

Dalam seminar ini, menjadi pembicara utama mantan Mendikbud, Mohammad Nuh, memberikan pembekalan dan motivasi kepada para pelajar Indonesia di Paris agar menjadi generasi emas di masa mendatang dan dalam menghadapi tantangan global serta tetap memiliki loyalitas untuk membangun Indonesia walaupun sedang menuntut ilmu di luar negeri. “Saat ini zaman berubah dengan cepat, terutama dalam hal teknologi informasi. Kalau mau bertahan, harus beradaptasi dengan perubahan, mampu menciptakan kreasi baru. Nah, ini nantinya ke high order thinking skills (HOTS). Jadi HOTS itu sudah diperkenalkan sejak Kurikulum 2013," jelas M.Nuh dalam paparannya.

M. Nuh menuturkan kemampuan siswa dalam menghafal rumus dan mengaplikasikannya dalam sebuah soal akan dianggap sebagai low order thinking skills (LOTS). Karena itu Kurikulum 2013 berusaha menggeser kemampuan generasi bangsa dari LOTS menjadi HOTS. "Tantangannya ya tadi itu, harus bisa menaikkan mesin berpikir, harus memiliki kemampuan kreativitas dan inovasi," tuturnya.

Karena itu, lanjut M. Nuh, kebutuhan dalam mendidik generasi bangsa tidak hanya tentang pendidikan karakter. “Karakter saja tidak cukup. Lalu muncul rumus ASK, yaitu attitude, skills, and knowledge. Pakai 'and' atau 'dan', jadi semua aspek itu harus ada, bukan pakai 'or' atau 'atau' yang membolehkan salah satu saja," ujarnya.

Selain itu, M. Nuh juga menerangkan bagaimana desain pendidikan di Indonesia yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pelajar untuk mengembangkan diri ke tingkat yang mereka dapat capai.

Pada kesempatan ini, Duta Besar RI untuk Perancis, Armanatha Nasir, mengatakan bahwa pelajar Indonesia di luar negeri adalah investasi besar untuk membangun negara. “Oleh karena itu, semangat kebangsaan dalam diri para pelajar yang ada di sini tetap terus dijaga dan dipelihara,” ujar Armanatha saat membuka seminar.

Seminar ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi para pelajar dalam memberikan yang terbaik dalam menuntut ilmu dengan kebanggaan dan dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia sehingga jargon generasi emas 2045 akan benar-benar dapat diwujudkan.





Paris, 21 November 2019
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: www.kemdikbud.go.id
Sumber : SIARAN PERS BKLM, Nomor: 378/sipres/A5.3/XI/2019

 


Penulis : Pengelola Siaran Pers
Editor :
Dilihat 1827 kali