Tangani Covid-19, Relawan Mahasiswa Terjun Langsung ke Rumah Sakit dan Edukasi Masyarakat  02 April 2020  ← Back



Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berperan aktif dalam membantu penanganan pandemi Coronavirus disease (Covid-19). Salah satunya dengan mendukung mahasiswa dengan program studi kedokteran dan kesehatan lainnya untuk menjadi relawan penanganan virus yang sedang merebak di Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Nizam menjelaskan saat ini Kemendikbud bekerja sama dengan beberapa instansi dan lembaga telah mengumpulkan 15.000 relawan mahasiswa dan memberikan pembekalan berupa pelatihan selama tiga hari melalui media dalam jaringan (daring). Dari pelatihan tersebut, para relawan mahasiswa kesehatan dikelompokkan untuk diterjunkan ke lapangan tanpa bersentuhan langsung dengan pasien positif Covid-19. Ada yang akan ditempatkan di instansi seperti Kementerian Kesehatan untuk melayani pusat layanan informasi. Relawan yang sudah memiliki kompetensi sebagai tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, ners, akan ditugaskan di Wisma Atlit Kemayoran Jakarta.

Budu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang juga menjabat Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), menjelaskan pada tahap awal lebih dari 1.000 relawan mahasiswa kedokteran (co-as) didistribusikan ke enam wilayah kerja AIPKI dan Dinas Kesehatan terkait untuk melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, ODP, PDP melalui media daring, sesuai dengan kebutuhan di setiap daerah.

"AIPKI membentuk satuan gugus tugas di setiap wilayah AIPKI 1 sampai dengan 6 yang nantinya menjadi pusat informasi pelaksanaan kegiatan dengan bekerja sama dengan dinas kesehatan provinsi," ungkap Budu.

Selama penanganan Covid-19, AIPKI dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah mengirimkan surat untuk bekerja sama dengan pimpinan perguruan tinggi, khususnya Dekan Fakultas Kedokteran. Upaya tersebut merupakan langkah koordinasi pusat yang diberikan kepada satuan pendidikan tinggi di beberapa wilayah dalam rangka memantau pelaksanaan relawan mahasiswa kesehatan.

Supaya terpantau dengan baik, AIPKI menerapkan sejumlah langkah strategis. “Di tingkat wilayah, monitoring evaluasi (monev) memanfaatkan struktur yang sudah ada. Mahasiswa akan dilengkapi dengan sistem logbook dan monitoring tertulis sehingga dapat memantau implementasi program,” terang Budu.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Aris Junaidi menambahkan saat ini Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kemendikbud telah menyiapkan platform sistem informasi Relawan Covid-19 Nasional (RECON) sebagai media monitoring dan evaluasi kegiatan relawan mahasiswa kesehatan Kemdikbud, yang dapat diakses melalui relawan.kemdikbud.go.id.

"Kemendikbud akan memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang menjadi relawan, salah satunya sertifikat dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi yang dapat digunakan sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Kemudian, jaminan bahwa kegiatan mahasiswa menjadi relawan penanganan Covid-19 dapat dikonversi menjadi nilai SKS," ujar Aris. (Danasmoro Brahmantyo).
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 7804 kali