Tantangan Universitas Siber Asia Cetak Lulusan Kompeten  24 September 2020  ← Back



Jakarta, Kemendikbud – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim turut menyambut gembira lahirnya Unsia sebagai perguruan tinggi yang sepenuhnya daring. Ia pun menyampaikan harapannya kepada Unsia agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten.
 
"Saya berharap Unsia menjadi penyelenggara pendidikan jarak jauh yang berkualitas. Tidak hanya membangun hard skills, tapi juga soft skills mahasiswanya. Itulah tantangan dari pembelajaran yang sepenuhnya daring. Yaitu, bagaimana mencetak sarjana yang kompeten dan unggul secara holistik,’’ demikian disampaikan Mendikbud Nadiem dalam peresmian Universitas Siber Asia (Unsia) secara virtual di Jakarta, Selasa (22/9/2020).
 
Pada kesempatan ini, Menteri Nadiem juga mengapresiasi komitmen Unsia untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan mendorong agar Unsia dapat mengirimkan mahasiswa dan dosen ke luar kampus sebanyak banyaknya. Dan yang terpenting, kata dia, agar lulusan Unsia merdeka dalam berpikir dan selalu belajar sepanjang hayat, karena itu adalah inti dari Merdeka Belajar
 
"Hadirkan sebanyak mungkin praktisi ke dalam kampus. Ini sangat penting, agar lulusan Unsia betul-betul siap kerja. Tidak hanya menguasai teori, tapi juga bisa berkontribusi,” katanya.
 
Pemerataan akses terhadap pendidikan tinggi merupakan salah satu cara untuk mencetak generasi unggul di Indonesia. Meski di tengah pandemi Covid-19, komitmen untuk berinovasi dalam pembelajaran haruslah meningkat.  Wakil Presiden (wapres), Ma`ruf Amin yang meresmikan Unsia meyakini, SDM unggul merupakan kunci untuk memenangkan persaingan global. Sistem pembelajaran daring atau e-learning memungkinkan masyarakat untuk belajar kapan saja, di mana saja dengan biaya lebih terjangkau dan waktu belajar pun lebih fleksibel.
 
“Sistem pembelajaran online yang dilaksanakan oleh Unviersitas Siber Asia secara tidak langsung meningkatkan penguasaan skill teknologi dan informasi bagi mahasiswanya. Hal ini sangat diperlukan karena penguasaan teknologi dan informasi menjadi syarat mutlak dalam upaya meningkatkan daya saing dan kualitas SDM,” kata Wapres Ma’ruf Amin.
 
Wapres Ma`ruf menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), rektor dan seluruh jajaran Universitas Siber Asia (Unsia) atas komitmen mendirikan perguruan tinggi yang mengusung pembelajaran penuh secara daring.
 
“Saya menghargai upaya YMIK yang tetap berkomitmen untuk memulai operasionalisasi Universitas Siber Asia ini meskipun dunia tengah dilanda pandemi Covid-19,” tutur Wapres.
 
Rektor Unsia, Jang Youn Cho, menyampaikan rasa hormatnya karena dipercaya memimpin perguruan tinggi siber pertama di Indonesia. “Dengan menerapkan sistem dan standar mutu universitas di Korea dan Amerika, saya berharap Asian Cyber University dapat memberikan kesempatan bagi anak muda yang ingin belajar tanpa terhalang oleh jarak, waktu, dan kondisi ekonomi. Sekaligus dapat mengembangkan kerja sama negara-negara ASEAN lainnya dalam waktu dekat,” katanya.
 
Unsia yang telah disiapkan dan diluncurkan pada tahun 2019 lalu oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, telah menerima izin operasional dari Mendikbud  dengan Nomor 757/M/2020 pada 24 Agustus 2020.  Beroperasi di Menara Universitas Nasional (Unas) 2  di Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Unsia akan menyelenggarakan lima program studi (prodi) yaitu Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, dan Informatika.
 
Turut menyaksikan peresmian antara lain mantan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Mohamad Nasir; Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na'im; Direktur Jenderal PendidikanTinggi Kemendikbud, Nizam; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Agus Setyo Budi; Duta Besar Korea untuk ASEAN Sung Nam Lee, Menteri Kedutaan Besar Korea di Indonesia Lee Sang Ho.
 
Selain itu, hadir pula Top Manajemen Hyundai Motors sekaligus Presiden Dagang Korea Lee Kang Hyun, Presiden Asosiasi Indonesia Korea Park Jaehan, Presiden Bank Shinhan Indonesia Hwang, Rektor Universitas Nasional (Unas) El Amry Bermawi Putera; serta serta pejabat rektorat dan dekanat Unas, Sekolah Pascasarjana Unas maupun rektorat Unsia. (Denty A./Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 4865 kali